Cegah Bentrok Susulan 2 Ormas, Polisi Siaga di Perbatasan Cianjur-Sukabumi

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 21:08 WIB
Polisi berjaga cegah bentrok susulan.
Foto: Polisi berjaga cegah bentrok susulan (Ismet Slamet/detikcom).
Cianjur -

Dua ormas terlibat bentrok di perbatasan Cianjur-Sukabumi. Ratusan polisi melakukan penjagaan di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya bentrok susulan.

Pantauan detikcom, hingga Minggu (26/7) malam sekitar pukul 20.40 WIB, puluhan anggota polisi berjaga di lokasi bentrokan di Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Selain itu personel polisi juga disiagakan di perbatasan Cianjur ataupun Sukabumi untuk menghalau pergerakan massa.

"Kita siagakan 100 personel dari Polres Cianjur untuk menjaga lokasi kejadian dan sejumlah titik rawan lainnya. Dari Polres Sukabumi juga menurunkan personel," ujar Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Minggu (26/9/2021).

"Kita lakukan antisipasi untuk mencegah bentrokan susulan," tambahnya.

Menurutnya Polres Cianjur saat ini juga memburu anggota ormas yang mengakibatkan satu orang tewas dalam bentrokan tersebut. "Kita sedang dalami dan cari pelakunya baik pelaku yang mengakibatkan satu orang meninggal ataupun yang mengakibatkan korban luka," tuturnya.

Sebelumnya, dua Organisasi Masyarakat (Ormas) yakni Pemuda Pancasila dan BPPKB terlibat bentrokan di perbatasan Cianjur-Sukabumi tepatnya di Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong Cianjur, Minggu (26/9/2021) sore. Akibatnya satu orang meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi sekitar pukul 15.00 Wib. Massa dari kedua Ormas bentrok dengan membawa senjata tajam. Bahkan markas BPPKB di perbatasan Cianjur-Sukabumi pun hangus terbakar.

Kapolres mengatakan bentrokan Ormas PP dan BPPKB di Cianjur merupakan buntut dari bentrokan sebelumnya di Sumedang.

"Bentrokan fisik antara dua Ormas terjadi tadi sore. Dipicu kejadian di Sumedang. Kalau di Cianjur tidak ada konflik, tapi ini adalah imbas dari kejadian di Sumedang," ujar dia.

(mso/mso)