Bentrok Ormas di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Polisi Minta Semua Menahan Diri

Nur Azis, Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 22:18 WIB
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin
Foto: Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin (Istimewa).
Sukabumi -

Dua ormas terlibat bentrok di perbatasan Cianjur-Sukabumi. Polisi meminta masing-masing pihak menahan diri.

"Polres mengimbau kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing berbagai isu yang beredar. Saat ini situasi sudah kondusif. Kejadian di wilayah hukum Polres Cianjur akan ditangani melalui proses hukum yang berlaku," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin kepada detikcom, Minggu (26/9/2021).

Pasca kejadian tersebut, Zainal mengatakan ada penebalan pengamanan di daerah perbatasan Sukabumi-Cianjur. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pimpinan kedua ormas yang terlibat bentrok tersebut.

"Upaya dari Polres Sukabumi Kota melakukan penebalan pengamanan di wilayah perbatasan, kemudian kami melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan dari kedua ormas tersebut. Kami minta untuk sama-sama menahan diri lalu memberikan informasi yang akurat kepada seluruh anggotanya. Jelaskan juga bahwa penanganan kejadian tersebut sudah diserahkan ke pihak kepolisian dan akan diproses secara hukum yang berlaku," papar Zainal.

Terkait pengamanan, Zainal menegaskan pihaknya akan melakukan patroli yang ditingkatkan di sentra kerumunan kedua ormas. "Malam ini kita hanya melakukan patroli yang ditingkatkan di sentra-sentra kerumunan kedua ormas ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kami juga mengimbau seluruh anggota jangan mudah terprovokasi dengan berita yang beredar," ujarnya.

Sementara itu keributan antar dua ormas juga terjadi di Sumedang. Keributan dua ormas itu diduga dipicu persoalan perebutan proyek.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan bentrokan yang melibatkan kedua ormas tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Kejadian itu bermula saat salah satu ormas diduga mengganggu proyek yang sedang diamankan ormas lainnya.

"Salah satu oknum Ormas Pemuda Pancasila menghentikan atau mengganggu proses pembangunan Puskesmas yang berada di Desa Sukagalih, Kecamatan Sumedang Selatan. Oknum anggota PP menurunkan bendera ormas BPPKB Banten yang diduga tengah mengamankan proyek pembangunan itu," terang Eko Prasetyo Robbyanto di Sumedang.

Dari peristiwa itu, kata Eko, anggota ormas BPPKB Banten yang merasa tersinggung akhirnya melakukan penyerangan ke Kantor Seketariat Pemuda Pancasila Sumedang.

"Sekretariat MPC PP Sumedang diduga telah dirusak oleh Anggota BPPKB, dan sejumlah anggota Ormas PP mengalami luka-luka, dan Anggota Ormas PP melakukan serangan balasan ke Sekretariat BPPKB yang berada di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Atas kejadian itu, tambah Eko, pihaknya pun telah memanggil kedua belah pihak yang bertikai untuk menciptakan situasi Kamtibmas di wilayah hukumnya.

"Kedua pihak bersepakat untuk berdamai dan mengaggap kejadian tersebut sebagai kesalahpahaman dan bersedia meredam seluruh anggota masing - masing ormas," ujarnya.

(sya/mso)