Kejati Jabar Terapkan TPPU di Kasus Dugaan Korupsi PT Posfin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:44 WIB
Poster
Ilustrasi kasus korupsi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Kasus dugaan korupsi di PT Pos Financial masih dikembangkan. Bahkan, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat akan menggunakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara ini.

"Penyidik juga berencana menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uaang," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil di kantornya, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat (24/9/2021).

Sejauh ini, dalam perkara ini Kejati baru menetapkan satu orang tersangka. Satu tersangka tersebut diketahui berinisial RDC yang menjabat sebagai mantan manajer di anak perusahaan pelat merah itu.

Dodi menjelaskan banyak unsur yang bisa digunakan untuk menerapkan TPPU. Di antaranya penggunaan uang dilakukan untuk pribadi.

"Banyak dari uraian perkara itu digunakan untuk kepentingan pribadi, dalam hal ini untuk mantan direksi yang atas nama S," kata dia.

Selain mantan direksi S yang kini sudah meninggal dunia, uang hasil korupsi itu juga dinikmati oleh RDC. Menurut dia, ada kemungkinan aliran dana diberikan ke beberapa pihak.

"Kemudian yang diterima oleh tersangka sendiri yang sudah ditahan atau ada pihak-pihak yang diuntungkan. Jadi, TPPU itu digunakan untuk bagaimana kita bisa mengembalikan kerugian negara yang disebabkan oleh kerugian itu," tutur Dodi.