Eks Pengikut 'Hakekok' Huni Rumah Baru, Bupati Pandeglang: Jangan Diasingkan

Rifat Alhamidi - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 15:44 WIB
Eks pengikut hakekok mendapatkan rumah bantuan
Eks pengikut hakekok mendapatkan rumah bantuan (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Belasan mantan pengikut aliran 'Hakekok Balaksuta' akhirnya bisa memulai lembaran hidup yang baru. Mereka pun mendapat bantuan rumah layak huni di dua kecamatan yaitu di Cigeulis dan Cimanggu, Pandeglang, Banten supaya bisa hidup berdampingan lagi dengan masyarakat sekitar.

Bantuan rumah itu diketahui berasal dari program Yayasan Baitulmaal Muamalat bersama Bank Muamalat Indonesia. Tercatat, ada enam kepala keluarga eks pengikut aliran 'Hakekok' yang mendapat program rumah baru tersebut.

"Bantuan ini supaya mereka hidup bersosial dengan baik. Jangan sampai ke depan mereka merasa diasingkan karena dikhawatirkan mereka akan kembali kepada perilaku-perilaku yang menyimpang," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/9/2021).

Penyerahan bantuan rumah baru ini digelar secara daring dan luring. Bahkan, tokoh kharismatik asal Pandeglang yaitu Abuya Muhtadi ikut hadir secara langsung di Kecamatan Cigeulis saat penyerahan berlangsung.

"Hadirnya bantuan ini tentu sangat bermanfaat karena sebagai upaya untuk memperbaiki taraf hidup bagi eks pengikut aliran balakasuta," ungkap Irna.

Selain rumah, Pemkab Pandeglang juga memberikan program permodalan ekonomi untuk eks pengikut aliran 'Hakekok'. Di antaranya program kelompok usaha bersama (Kube) untuk dua kelompok di Cimanggu dan Cigeulis dengan masing-masing bantuan sebesar Rp 10 juta.

"Pemkab juga pastikan terus melakukan pemantauan dan pembinaan untuk eks pengikut aliran ini, supaya mereka bisa kembali ke pedoman Alquran dan Hadits. Mudah-mudahan ke depan aliran menyimpang seperti ini tidak muncul kembali di Pandeglang," tuturnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat Novi Wardi menyebut, pembangunan rumah bagi enam KK ini dibuat melalui bantuan dengan total Rp 332,9 juta. Anggarannya pun berasal dari kontribusi Bank Muamalat da para donatur di lembaganya.'

"Alhamdulilah, meski kondisinya sedang pandemi, kami bisa memfasilitasi kebutuhan dasar mantan para pengikut aliran Balakasuta melalui pembangunan rumah baru. Mudah-mudahan ke depan, mereka bisa kembali ke kehidupan sesuai ajaran Agama Islam yang benar," katanya.

Senada, Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana juga berharap program rumah harapan ini bisa bermanfaat bagi para mantan pengikut aliran 'Hakekok'. Setidaknya, kata dia, mereka bisa memulai kehidupan yang baru di rumah tersebut sesuai ajaran Agama Islam.

"Kami tentunya sangat bahagia akhirnya program ini dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan rumah yang telah dibangun memberikan manfaat bagi penerimanya, Insya Allah ini akan menjadi catatan amal ibadah kita bersama," pungkasnya.

(mud/mud)