PSI Jabar Bela Giring Sebut Anies Pembohong: Kontrol Sosial Perlu Maksimal

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 18:58 WIB
Plt Ketum PSI Giring Ganesha berkunjung ke Kantor DPW PSI Jabar di Bandung. Di sana ia bicara terkait rencananya maju dalam kontestasi Pilpres tahun 2024.
Foto: Plt Ketum PSI Giring Ganesha (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Tudingan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai pro dan kontra. Ketua DPW PSI Jawa Barat Furqan Amini memberi pembelaan. Menurutnya, apa yang disampaikan Giring sudah selaras dengan jalan politik partai.

"Itu kan level tanggung jawab dalam berpartai, fraksi PSI di Jakarta itu yang terbesar (bagi PSI). Jadi kontrol sosial kepada pemerintah perlu dimaksimalkan, apa yang terjadi di Jakarta bukan sesaat, bukan sesuatu yang impulsif dan reaksioner, itu punya catatan panjang," ucap Furqan saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2021).

Ia menyebut rentetan catatan miring itu mulai dari anggaran Rp 82 miliar untuk lem aibon hingga mikrofon anggota legislatif tak berfungsi saat sidang parlemen. "Termasuk sekarang Formula E di tengah pandemi, itu bagian dari pemborosan di mana rakyat lebih butuh penanganan pandemi, itu harusnya jadi prioritas di Jakarta," ujar Furqan.

"Itu adalah rangkaian historis, kritik membangun dan kompeherensif dari PSI. Jadi apa yang ditampilkan ketum itu selaras dengan apa yang sudah menjadi jalan politik kawan-kawan PSI di Jakarta, tidak ada yang aneh sebenarnya dan tidak ada yang baru," tutur Furqan.

Terkait tudingan Giring yang menyatakan bahwa Anies berpura-pura peduli kepada rakyat, Furqan mengatakan bahwa ucapan itu didasarkan kepada fakta dan data di lapangan.

"Kita memakai parameter, jadi bukan hanya judgement kosong, ada parameter ukuran di mana orang konsisten jujur itu bila ucapan dan perbuatannya sama, dalam hal ini seseorang memprioritaskan kebutuhan rakyat tentu diukur dalam kebijakan, itu tergambar dalam anggaran apakah berpihak kepada rakyat atau tidak, statemen ketum itu bukan statemen kosong," ujarnya.

"Harapannya publik juga kemudian melek dan berpartisipasi mengawal anggaran yang sesungguhnya, di sini PSI aktif menjadi fasilitator," kata Furqan.

Di Jawa Barat sendiri, DPW PSI turut menyoroti kasus ijazah yang tertahan. Furqan mengatakan, kurang lebih ada 30 ribuan ijazah siswa yang tertahan dalam satu tahun ajaran.

"Alhamdulillah setelah kita komunikasikan, tindaklanjutnya ada belasan ribu ijazah yang diserahkan kepada siswa," kata Furqan.

Sebelumnya, Plt Ketum PSI Giring menyebut jika Gubernur Jakarta Anies Baswedan pura-pura peduli dengan masyarakat yang terhantam COVID-19. Kemudian menyebut, bahwa di masa darurat ini Anies mengabaikan desakan masyarakat untuk menghentikan rencana balapan mobil Formula E.

(yum/mso)