Mitos dan Sejarah Jalan Karanggetas, Pusat Toko Emas di Kota Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:43 WIB
Menilik mitos dan sejarah Jalan Karanggetas di Cirebon
Menilik mitos dan sejarah Jalan Karanggetas di Cirebon (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Jalan Karanggetas merupakan salah satu pusat pertokoan di Kota Cirebon. Bukan tanpa sebab keberadaan toko emas mendominasi di Jalan Karanggetas.

Lokasi pertokoan emas di Jalan Karanggetas menyebar di beberapa titik. Namun yang paling banyak berada di sekitar perempatan antara Jalan Karanggetas dan Pasuketan. Tepatnya di dekat Masjid Jagabayan Cirebon yang syarat akan sejarah.

Menurut budayawan Cirebon Jajat Sudrajat, dominasi toko emas di Jalan Karanggetas memiliki keterikatan dengan sejarah dan mitos. Jalan Karanggetas memiliki mitos yang kuat, yakni jika pejabat yang angkuh atau sombong melintas jalan itu dipercaya jabatannya akan runtuh. Selain pejabat, Jajat mengatakan Jalan Karanggetas diyakini juga bisa melunturkan kesaktian para penjahat pada zaman dulu.

"Kenapa 80 persen di Jalan Karanggetas itu pertokoan. Karena saudagar atau pelaku usaha di Jalan Karanggetas menggunakan mitos. Bahwa jalan itu adalah daerah pantangan dan sakral," kata Jajat saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut, Jajat mengatakan para penjual emas zaman dulu memanfaatkan keamanan Jalan Karanggetas. Sebab, lanjut dia, kesakralan Jalan Karanggetas pada zaman dulu bisa menyingkirkan kriminalitas.

"Orang yang punya ilmu, kemudian berbuat jahat di situ (Jalan Karanggetas) maka luntur ilmunya. Ya alasan keamanan," ucap Jajat.

Selain mitos, Jajat mengungkapkan alasan lainnya penjual emas menjamur di Jalan Karanggetas. Zaman dulu Jalan Karanggetas merupakan jalur khusus bagi keluarga dan tamu kekeratonan.

"Keistimewaan itu yang dimanfaatkan oleh saudagar atau para penjual emas. Jalan Karanggetas ini sebetulnya dibangun langsung oleh Syekh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati," kata Jajat.

Sebagai jalur istimewa untuk penerimaan tamu para raja atau sultan, pihak keraton pun menggunakan tingkat keamanan yang ketat. Jajat mengatakan Masjid Jagabayan pada zaman dulu merupakan pos pemeriksaan para tamu dan lainnya.

"Jadi, di Masjid Jagabayan itu ada pemeriksaan sebelum masuk keraton," ucap Jajat.

Sebelumnya, detikcom mengulas tentang mitos yang ada di Jalan Karanggetas. Kepercayaan mitos itu muncul karena hikayat gugurnya Syekh Magelung Sakti yang dikenal angkuh di wilayah Karanggetas, sekitar tahun 1479. Saking saktinya, rambut Syekh Magelung Sakti tak mampu dipotong lawannya.

Syekh Magelung Sakti merupakan orang sakti yang sombong. Ia mencari lawan yang bisa memotong rambutnya. Singkat cerita, Sunan Gunung Jati menantang Syekh Magelung Sakti. Sunan Gunung Jati berhasil memotong rambut Syekh Magelung Sakti dengan menggunakan dua jarinya. Syekh Magelung Sakti menjadi pengikut Sunan Gunung Jati dan menyebarkan Islam di utara Cirebon.

Lihat juga video 'Selain di Bali, Fenomena Burung Pipit Mati Massal Juga Ada di Cirebon':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)