Ramai-ramai Guru-ASN Diminta Sumbangan untuk HUT Banten

Bahtiar Rifa - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 12:46 WIB
Jakarta-Indonesia, civil servants within the TNI AU attend the flag ceremony to commemorate the 71th anniversary of the Air Force.
Ilustrasi ASN (Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi)
Serang -

Guru-guru di Banten ramai-ramai dimintai sumbangan dalam rangka HUT Provinsi Banten pada Oktober nanti. Muncul WhatsApp berantai yang isinya baik ASN dan guru diminta membantu dalam rangka pemberian sembako.

Di lingkungan guru, WhatsApp berantai itu berbunyi bahwa sedekah menindaklanjuti dari arahan Plt Sekda dan hasil rapat pimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sedekah berasal dari ASN dan semua OPD.

"Menindaklanjuti arahan bpk Plt. Sekda, serta hasil rapat pimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan disampaikan kepada para struktural dan staf. Dalam rangka HUT Banten akan ada pemberian paket sembako kepada masyarakat. Sumber sodaqoh ASN dari semua OPD," bunyi Whatsapp berantai itu yang diterima detikcom dari salah satu sumber guru di Serang, Rabu (22/9/2021).

Di situ ditentukan eselon 2 dengan sumbangan 15 paket Rp 1,5 juta, eselon 3 dengan 10 paket Rp 1 juta, eselon 4 dengan lima paket Rp 500 ribu. Kepala sekolah Rp 500 ribu, pengawas Rp 200 ribu. Sedangkan staf ASN dan guru Rp 100 ribu atau satu paket. Nilai paket ditentukan Rp 100 ribu.

"Adapun terkait teknis pelaksanaan pengumpulan dana paling lambat maksimal hari Senin pukul 11.00 WIB," sebagaimana dikutip.

Terdapat nama dan nomor koordinator bagi setiap SMA-SMK. Pesan itu kemudian ada keterangan ditandatangani oleh Kepala KCD Pandeglang.

Kepala Dindikbud Banten Tabrani dimintai konfirmasi mengenai ini membenarkan anjuran sumbangan itu. Tapi, katanya tidak ada paksaan bagi mereka yang memang tidak berkenan.

"Dalam rangka HUT Banten, ASN itu agar berbagi kepada masyarakat Banten. Kalau sendiri-sendiri kan cuma satu-satu, akhirnya diimbau hayu bersedekah buat saudara-saudara yang membutuhkan. Dari situ maka dikumpulin sama panitia supaya nanti dibagikannya jangan numpuk-numpuk. Kalau begitu dah kumpul dibagikan," ujarnya.

Tabrani menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan bagi ASN maupun guru untuk sumbangan ini. Kegiatan ini murni untuk mengajak ASN dan guru bersedekah.

"Kalau bicara sodakoh ikhlas, sedekah hayu, kalau nggak mau sedekah ya nggak apa-apa," ujarnya.

Simak juga 'Resmikan Pabrik Baja di Banten, Jokowi: Hanya Ada Dua di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mud)