Lindas Bocah Pembuat Konten 'Cegat Truk', Sopir Menyerahkan Diri

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 14:47 WIB
Bocah di Cianjur tewas terlindas truk saat bikin konten setop kendaraan
Warga memperlihatkan rekaman video detik-detik seorang bocah tewas terlindas truk di Cianjur. Rombongan bocah ini nekat Foto mencegat truk demi konten. (Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Nasrul Ibad menyerahkan diri kepada polisi. Dia merupakan pengemudi truk saat gerombolan bocah mencegat kendaraannya di Cianjur. Aksi nekat para bocah cegat truk demi konten itu berujung maut. Satu bocah lelaki tewas terlindas truk tersebut.

Sekadar diketahui, insiden mengerikan ini berlangsung di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (11/9) malam. Video detik-detik rombongan bocah pencegat truk yang menewaskan satu orang itu viral di media sosial. Perekam video kejadian horor tersebut masih rekannya korban.

Kapolres Cianjur AKBP Moch Doni mengatakan gerombolan bocah tersebut sudah sempat dibubarkan sebelum peristiwa maut terjadi. Namun mereka tetap membandel mencegat truk demi membuat konten video di media sosial.

"Karena demi konten, mereka kembali berkumpul dan menghadang truk. Hingga akhirnya terjadi insiden maut, salah seorang dari gerombolan tersebut terlindas truk yang hendak disetop," kata Doni, Rabu (21/9/2021).

Polisi mencari keberadaan sopir truk yang tancap gas usai kejadian bocah terlindas. Namun, akhirnya sopir truk menyerahkan diri ke kantor polisi, beberapa hari lalu. Sang sopir truk diantar bos perusahaan tempatnya bekerja.

Menurut Doni, bos dari sopir itu mengetahui kendaraannya terlibat insiden maut lantaran melihat video viral dan pemberitaan di media massa. "Bosnya kemudian menanyakan kebenaran kepada sopirnya. Setelah terkonfirmasi, kemudian diantar ke Unit Laka Polres Cianjur untuk menyerahkan diri," ucap Doni.

Hasil pemeriksaan sementara, Doni menjelaskan, sopir truk tidak berhenti dan tetap melanjutkan perjalanannya karena merasa tidak ada yang mengejar. "Jadi karena tidak ada yang mengejar, dianggapnya tidak terjadi apa-apa. Padahal, dia mengetahui ada yang menghadang dan sempat membunyikan klakson," tuturnya.

Polisi masih menyelidiki kejadian ini apakah ada atau tidak unsur kesengajaan sopir truk saat kecelakaan menewaskan seorang bocah pria. "Sopir tidak berhenti usai kejadian. Meskipun di sisi lain, keterangan para saksi menyebutkan korban sengaja menghentikan truk demi konten di media sosial," kata Doni.

Sejauh ini, sang sopir truk tidak ditahan dan hanya berstatus wajib lapor. "Sementara wajib lapor, karena sopir kooperatif juga. Tapi jika sudah ada yang ditetapkan tersangka, nanti akan dilakukan penahanan," ucap Doni menegaskan.

(bbn/bbn)