Minim Fasilitas, UKS SLBN 2 Cimahi Diubah Jadi Ruang Kelas

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 18:15 WIB
Ruang UKS di SLBN Cimahi dijadikan ruang kelas karena minim fasilitas
Ruang UKS di SLBN Cimahi dijadikan ruang kelas karena minim fasilitas (Foto: Yudha Maulana)
Cimahi -

Potret belum meratanya fasilitas pendidikan di Jawa Barat tergambar di SLB Negeri 2 Kota Cimahi. Terbatasnya fasilitas, memaksa ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terpaksa dijadikan ruang kelas.

Hal itu terungkap saat Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Ade Kaca melakukan peninjauan ke SLB Negeri 2 Cimahi, Senin (20/9/2021). Ade mengatakan, SLB tersebut membutuhkan perhatian lebih dari Pemprov Jabar.

"Saya sangat prihatin, hampir 2 taun saya menjadi anggota DPRD, sudah muter juga ke SMA/ SMK/ SLB seluruh kabupaten kota di Jawa Barat baru kali ini saya menemukan SLB yang ada di tengah kota dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bisa dilihat sendiri ini ruang UKS tapi dipakai ruang kelas, sangat tidak layak sekali," kata Ade dalam keterangan yang diterima detikcom.

Sedianya, SLB menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para murid yang memiliki keistimewaan fisik. "Karena dalam sudut pandang saya SLB itu harus memiliki fasilitas lebih karena kondisi fisik siswa nya juga kan memprihatinkan," katanya.

Menurutnya, temuan ini adalah hal yang sangat serius. Pihaknya pun akan mengundang pihak Dinas Pendidikan Jabar. "Saya akan usul ke pimpinan komisi V untuk secepat nya mengadakan rapat dengan dinas pendidikan, kepala sekolah kami akan undang, KCD sudah tentu kita undang agar semuanya clear," tutup Ade.

Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Cimahi Budi Setiono mengharapkan jika pihaknya ingin segera dilakukan peremajaan terhadap sekolah tersebut, karena dirinya merasa aneh jika ada SLB yang letaknya di tengah kota namun kondisinya sangat memprihatinkan.

"Idealnya ruang terapi ada, ruang keterampilan nya ada, tata boga dan busana juga harusnya ada lengkap," kata Budi.

"Kami ingin secepatnya sekolah ini di buat layak, sebelum di Cimahi ini saya mendapat tugas di Subang dan Sumedang, di sana fasilitasnya komplit, saya suka nangis dan kaget kok di kota tempat nya seperti ini, sangat prihatin sekali," pungkas Budi.

(yum/mud)