3 Orang Tewas, Ini Hasil Puslabfor Penyebab Keracunan Massal Karawang

Yudha Febrian Silitonga - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 13:22 WIB
Pemakaman korban keracunan massal di Karawang
Pemakaman korban keracunan massal di Karawang/Foto: Yuda Febrian Silitonga
Karawang -

Hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengenai penyebab keracunan massal di Karawang yang menewaskan tiga orang telah keluar. Hasilnya, terdapat bakteri salmonella pada makanan jenis protein yang disantap korban.

"Sementara yang dapat kami simpulkan dari hasil pemeriksaan ahli, dari Puslabfor adalah sampel yang ada di tubuh pasien yangg kami kirimkan, berupa darah, air kencing, dan muntahan itu tidak mengandung zat kimia. Jadi indikasi ada yang sabotase dan lain-lain sebagainya itu tidak ada. Namun penyebab keracunan mereka diduga kuat dari bakteri Salmonella. bakteri itu biasa ada di protein makanan," beber
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana saat diwawancarai di kantornya, Sabtu (18/9/2021).

Ia tidak merinci makanan apa yang mengandung bakteri salmonella yang disantap korban. Sebab, kata dia, petugas tidak menemukan sama sekali sisa makanan di lokasi kejadian.

"Intinya makanan yang mengandung protein. Jadi kita belum tahu apakah memang bahannya yang basi atau setelah pemasakan disimpannya kurang higenis dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, ia juga mengungkapkan tengah melakukan pemanggilan saksi-saksi baru.

"Saat ini saksi terus bertambah, hasil Puslabfor kami jadikan bukti baru, dan saat ini saksi sudah bertambah jadi 16 orang," ungkapnya.

Ia juga menerangkan, dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka. "Sekarang kami sudah melaksanakan gelar perkara mungkin dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka," ujarnya.

Sementara itu ditemui di tempat berbeda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang Endang Suryadi membenarkan sudah mendapatkan hasil dari Puslabfor.

"Dari hasil Puslabfor, di makanannya ditemukan adanya bakteri Salmonella, dan bakteri sebenarnya hidup dan berkembang di usus binatang dan manusia, menyebar dan menular melalui kotoran, makanan maupun minuman yang terkontaminasi," kata Endang saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp.

Adapun diare, muntah-muntah, sakit perut yang dialami para korban keracunan, serupa dengan efek dari bakteri Salmonella.

"Jadi memang korban banyak terkena dehidrasi karena BAB (Buang Air Besar) terus menerus atau diare, itu akibat bakteri Simonella, kemudian Efek bakteri Salmonella biasanya muncul antara enam jam hingga beberapa hari setelah paparan pertama, sama seperti yang dialami warga yang keracunan," tandasnya.

(ern/ern)