Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Bandung: Kita Persiapkan Diri!

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 14:42 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Kabupaten Bandung -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi di saat musim penghujan kali ini. Sebagian besar daerah dari hulu hingga hilir dikategorikan rawan bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini menyoal bencana hidrometeorologi. Peringatan tersebut menyusul prediksi musim penghujan yang datang lebih awal di tahun ini.

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

"Kita sudah mendapatkan juga fatwa dari BMKG seperti itu (bencana hidrometeorologi). Dalam menghadapi cuaca ekstrem kita harus semua mempersiapkan diri. Termasuk Bandung dan kabupaten Bandung khususnya," ujar Akhmad saat dihubungi detikcom, Kamis (16/9/2021).

"Kita sudah menyiapkan personel, serta mengaktifkan juga jam piket, mengecek keberadaan posko, serta sejumlah peralatan lainnya, pompa penyedot air dan lainnya ini kita inventarisir supaya nanti dapat digunakan," lanjutnya.

Menurutnya sejumlah daerah di Kabupaten Bandung dikategorikan rawan bencana. Saat ini tercatat, yang sering kali terkena bencana berada di hulu dan hilir.

Bencana banjir bandang dan longsor sering terjadi di Kertasari, Pangalengan, Ciwidey, Rancabali dan Pasirjambu. Kemudian bencana banjir sering kali terjadi di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang.

"Sering sekali terjadi di awal musim penghujan itu. Kemudian angin puting beliung itu yang harus diwaspadai, hampir semua wilayah di kabupaten Bandung termasuk rawan puting beliung," ucapnya.

Ia meminta agar masyarakat yang berada di titik rawan bencana agar berhati-hati ketika turun hujan deras. Warga diminta untuk segera mencari tempat yang aman.

"Ada relawan kita juga padukan. Karena kita kan kekurangan personil. Jadi kita lakukan tiap malam ada piket dengan 6 orang, untuk antisipasi bencana ketika di malam hari. Untuk mengkoordinasikan apabila terjadi kebencanaan. Partisipasi masyarakat sudah barang tentu diharapkan sekali bagai mana penanganan kebencanaan," ujarnya.

"Semua warga harus waspada mengenai bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya. Sekarang yang tinggal di sekitar tebing curam harus hati hati dengan bahaya longsor, ketika ada hujan cukup besar ada baiknya mengamankan diri ke daerah yang cukup aman," pungkasnya.

(mso/mso)