Beda Nasib Burung Pipit Penghuni Pohon Sawo dan Celah Balkot Cirebon

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 12:36 WIB
Sampel Burung Pipit Mati di Cirebon
Sampel burung pipit yang mati massal di Balai Kota Cirebon. (Foto: istimewa)
Bandung -

Kematian massal burung pipit di lingkungan Balai Kota (Balkot) Cirebon terkonsentrasi di sekitar pohon sawo yang menjadi sarang mereka. Sementara itu, kawanan burung pipit yang tinggal di celah-celah bangunan kompleks Pemkot Cirebon itu cenderung sehat.

"Sebelumnya memang terjadi hujan dari pagi sampai siang. Terjadi kematian pada burung pipit di pohon sawo, tapi tidak terjadi dengan yang di sela-sela bangunan di balai kota (Cirebon)," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) Jafar Ismail saat dihubungi detikcom, Kamis (16/9/2021).

Sekadar diketahui, kawanan burung pipit tersebut ditemukan mati pada tanggal 14 September 2021. Berdasarkan pantauan detikcom dari laman Stasiun BMKG Kertajati pada tanggal tersebut, kondisi cuaca di wilayah tersebut hujan ringan dan berawan dari pagi hingga malam hari pukul 22.00 WIB. Prakiraan suhu udara pun paling rendah 24 - 32 derajat Celcius.

Satu hari sebelumnya, 13 September pun demikian. BMKG Kertajati merilis prakiraan cuaca Kota Cirebon yang cenderung hujan ringan dan berawan. Kelembapan suhu berkisar 45-95 dengan temperatur udara berkisar 22-34 derajat Celcius.

Setelah itu, sampel burung yang mati dan yang hidup dikumpulkan dan diuji di laboratorium Subang. "Dari hasil PCR untuk influenza ND hasilnya negatif, uji patolog ada pendarahan pada kepala kemungkinan akibat jatuh dari pohon, kemudian pada organ dalam tidak menunjukkan ada perubahan," ucapnya.

"Jadi bukan karena Avian Influenza, kemungkinan dari fenomena alam yang ekstrem itu kesimpulan sementara, karena uji bakteriologis masih belum kita terima hasilnya," kata Jafar menambahkan.

Dia menjelaskan burung pipit merupakan hewan yang tinggal berkoloni di pepohonan. "Ada pegawai juga yang mengumpulkan burung pipit yang masih hidup dan basah, kemudian dia keringkan. Setelah kering, burung pipit itu bisa terbang kembali," ujar Jafar.

(yum/bbn)