Ini Hasil Uji Lab Burung Pipit yang Mati Massal di Balkot Cirebon

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 08:56 WIB
Sampel Burung Pipit Mati di Cirebon
Sampel burung pipit yang mati massal di Balai Kota Cirebon. (Foto: istimewa)
Cirebon -

Hasil uji lab sampel burung pipit yang berjatuhan dan mati massal di area Balai Kota (Balkot) Cirebon telah keluar. Apa hasilnya?

Dari rapid test Avian Influenza dan pengujian PCR untuk flu New Castle (ND), menunjukkan hasil negatif atau tidak terpapar virus. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP Jabar) berkoordinasi dengan DKKP Cirebon, Rumah Sakit Hewan Provinsi Jabar dan Balai Kesehatan Hewan dan Kemasvet di Losari Subang untuk memeriksa burung pipit mati massal di Balkot Cirebon pada 14 September.

"Tim dari Subang dan Cirebon langsung turun ke lapangan untuk memeriksa. Informasi yang dikumpulkan burung pipit ditemukan mati jam setengah tujuh di bawah pohon sawo kecil yang menjadi sarang burung pipit," ujar Kepala DKPP Jabar Jafar Ismail saat dihubungi detikcom, Kamis (16/9/2021).

Berdasarkan pantauan, Jafar mengatakan, burung pipit yang mati massal berasal dari sarang yang berada di pohon sawo. Sedangkan, burung pipit yang bersarang di sela-sela celah bangunan di balai kota cenderung sehat.

"Sebelumnya memang terjadi hujan dari pagi sampai siang, terjadi kematian pada burung pipit di pohon sawo, tapi tidak terjadi dengan yang di sela-sela bangunan di balai kota (Cirebon)," ucap Jafar.

Setelah itu, sampel burung yang mati dan yang hidup dikumpulkan dan diuji di laboratorium Subang. "Dari hasil PCR untuk influenza ND hasilnya negatif, uji patolog ada pendarahan pada kepala kemungkinan akibat jatuh dari pohon, kemudian pada organ dalam tidak menunjukkan ada perubahan," tuturnya.

"Jadi bukan karena Avian Influenza, kemungkinan dari fenomena alam yang ekstrem itu kesimpulan sementara, karena uji bakteriologis masih belum kita terima hasilnya," kata Jafar menambahkan.

Ia menjelaskan burung pipit merupakan hewan yang tinggal berkoloni di pepohonan. "Ada pegawai juga yang mengumpulkan burung pipit yang masih hidup dan basah, kemudian dia keringkan. Setelah kering, burung pipit itu bisa terbang kembali," ujar Jafar.

Simak Video: Setop Sebut Rumah Kami Kampung Janda

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)