Nihil Hydrant-Tiga Apar, Lapas Sumedang Minim Proteksi Kebakaran

Nur Azis - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 17:00 WIB
Alat proteksi kebakaran di Lapas Sumedang minim
Alat proteksi kebakaran di Lapas Sumedang minim (Foto: Nur Azis)
Sumedang -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sumedang ternyata minim akan fasilitas proteksi kebakaran. Selain minimnya ketersediaan alat pemadam api ringan (apar), juga tidak tersedianya titik instalasi hydrant di lingkungan Lapas.

Hal itu diakui oleh Kepala Lapas Sumedang Imam Sapto Riadi saat menerima kunjungan dari petugas Gabungan TNI/Polri dalam rangka pemantauan menyusul tragedi kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).

Imam Sapto mengakui bahwa fasiltas proteksi kebakaran di lingkungan Lapas Sumedang masih minim dengan jumlah apar yang tersedia hanya berjumlah tiga unit. Idealnya, kata dia, apar tersebut tersedia di tiga blok yang ada yakni blok Asahan, blok Citarum dan blok Brantas.

"Karena ketersediaan kami masih minim jadi kami tempatkan, satu di P2U atau pengaman pintu utama, yang kedua kami tempatkan di komandan jaga dan yang ketiga kami tempatkan di dapur," terang Imam kepada detikcom.

Fasilitas proteksi kebakaran lainnya yang tidak tersedia di lingkungan Lapas, yakni titik instalasi hydrant. Sistem instalasi hydrant sendiri berfungsi sebagai alat pengendali api darurat dengan menyediakan suplai air yang dibutuhkan petugas Damkar saat terjadi kebakaran.

Menurut Kalapas, ketidak tersediaannya instalasi hydrant itu baru diketahuinya setelah pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP yang menaungi Pemadam Kebakaran.

"Setelah koordinasi dengan Kasatpol PP ternyata Hydrant di depan Lapas itu tidak ada, jadi menurut Kasatpol PP kalau terjadi kebakaran maka mobil Damkar harus siap dengan airnya," kata Imam.

Selain tentang ketersediaan apar dan hydrant, instalasi listrik di Lapas Sumedang pun menjadi perhatian Kalapas lantaran sudah berusia tua dan belum pernah diganti. Terkait hal itu, pihaknya telah mengusulkan untuk perbaikan instalasi listrik pada tahun anggaran 2022.

"Pada bulan juni kami sudah mengusulkan untuk perbaikan instalasi listrik di tahun anggaran 2022, jadi di 2022 Insya Allah instalasi listriknya baru semua," kata dia.

Sementara Sebagai upaya mitigasi jika terjadi kebakaran, kata Imam, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pelatihan bersama petugas Damkar Sumedang tentang cara bagaimana memadamkan api jika terjadi kebakaran. Selain itu, pihaknya pun akan melengkapi semua kekurangan fasilitas yang ada setelah pelatihan nanti.

"Kebetulan Satpol PP ini membawahi Damkar di Sumedang dan minggu depan kita akan adakan pelatihan dari petugas Damkar terkait bagaimana cara memadamkan api," terangnya.

Dari data yang detikcom himpun, Lapas Sumedang Kelas IIB totalnya ada sebanyak 23 kamar yang terdiri dari blok Asahan sebanyak 7 kamar, blok Brantas 7 kamar, blok Citarum 3 kamar, blok mapenaling 2 kamar, blok Wanita 1 kamar dan blok Strap Sel/isolasi (blok bagi napi dan tahanan yang melanggar) sebanyak 3 kamar.

Kondisi Lapas Sumedang sendiri saat ini sudah mengalami over capacity sebanyak 179 orang tahanan dan narapidana (napi). Lapas yang semestinya hanya diisi 100 orang, saat ini sudah diisi oleh 297 orang tahanan dan napi.

Kabag Ops Polres Sumedang Kompol Djoko Susilo mengatakan pihaknya melakukan pemantauan ke Lapas Sumedang untuk melakukan pengecekan baik terkait fasilitas proteksi kebakaran, instalasi listrik dan pengecekan lainnya.

"Kami melakukan pengecekan terkait apa-apa saja yang bisa menimbulkan bahaya kebakaran, baik dari peralatannya, instalasinya baik dari benda-benda yang bisa menimbulkan kebakaran, seperti bahan-bahan yang bisa terbakar dengan sendirinya, kami cek semua," ungkap Djoko singkat.

(mud/mud)