Napi Penjara Overpenghuni di Jabar Dipindah ke Lapas yang Longgar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:44 WIB
Ilustrasi Napi di Penjara
Ilustrasi penjara (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Mayoritas lapas dan rutan di Jawa Barat (Jabar) melebihi kapasitas. Berbagai langkah sudah dilakukan Kemenkum HAM Jabar untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kalau itu (melebihi kapasitas), yang bisa kita lakukan memindahkan ke lapas yang lebih longgar," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Taufiqurakhman kepada detikcom, Rabu (8/9/2021).

Taufik mengatakan upaya-upaya tersebut sudah sering dilakukan oleh sejumlah lapas dan rutan di Jabar. Selain memindahkan ke lapas dan rutan yang longgar, pihaknya mempercepat proses napi mendapatkan beragam program bebas. "Lalu mempercepat proses napi yang sudah memenuhi syarat untuk integrasi. Bisa asimilasi di rumah, bebas bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas, itu kita percepat. Tapi bagi mereka yang sudah memenuhi syarat baik administrasi maupun substansi," tutur dia.

"Bukan berarti percepatan mengeluarkan orang, itu tidak bener namanya. Selama ini prosesnya cepat kalau sudah memenuhi syarat," kata Taufiqurakhman menambahkan.

Sekadar diketahui, kondisi overkapasitas penjara di Indonesia juga terjadi di lapas-rutan area Jabar. Ditinjau dari laman Sistem Database Pemasyarakatan (smslap.ditjenpas.go.id) hingga 8 September 2021, terdapat 27 dari 33 lapas di Jabar yang berlabel merah atau overkapasitas.

Secara umum terdapat delapan penjara yang memiliki kelebihan muatan di atas 100 persen. Delapan lapas dan rutan itu terdiri Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Lapas Kelas II A Bekasi, Lapas Narkotika Kelas II A Gunung Sindur, Lapas Kelas II B Sumedang, Rutan Kelas I Cirebon, Lapas Kelas II B Sukabumi, Lapas Kelas II B Cianjur, dan Lapas Kelas II A Bogor.

(dir/bbn)