Kronologi Siswa SMK di Ciamis Meninggal Usai Divaksinasi

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 11:13 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Ciamis -

Cahyono, siswa kelas XI SMK swasta di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal dunia sehari setelah divaksinasi. Berikut kronologinya.

1 September 2021

Siswa tersebut menjalani vaksinasi dalam kegiatan vaksinasi massal di SMAN 1 Sindangkasih pada Rabu (1/9/2021). Dalam vaksinasi ini, Cahyono datang ke lokasi kegiatan pagi hari. Namun mendapat giliran disuntik vaksinasi siang menjelang sore.

1 September 2021

Setelah pulang ke rumah usai mendapat vaksinasi COVID-19, Rabu (1/9/2021) sore. Siswa tersebut mengeluh lelah dan sakit lambung. Menurut orang tua, ia sempat meminta makan dengan daging ayam. Setelah itu, siswa tersebut mencoba untuk beristirahat.

2 September 2021

Pada Kamis (2/9/2021) subuh, orang tuanya sempat melihat anaknya mengalami kejang-kejang. Lalu orang tuanya menghubungi dokter agar memeriksakan anaknya. Namun ketika dokter datang, siswa tersebut sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Nono, ayah almarhum, membenarkan anaknya meninggal dunia setelah divaksinasi. Sebelumnya setelah divaksinasi anaknya mengalami keluhan lambung, lelah dan pusing.

"Meninggal setelah divaksin. Mengalami keluhan lambung dan puyeng. Cuma semalam saja. Sebelum divaksin memang ada keluhan lambung," ungkapnya.

Menurut Nono, anaknya nekat divaksinasi karena ingin mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Apabila tidak divaksinasi maka harus belajar secara daring di rumah.

"Kalau gak divaksin takut atau bagaimana. Karena anak ingin sekolah jadi divaksin," jelasnya.

Respons Pemerintah

Mendapat informasi adanya siswa SMK meninggal usia divaksinasi di Ciamis. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi rumah siswa yang meninggal itu di Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Uu membenarkan Cahyono meninggal usai divaksinasi.

"Bukan investigasi atau apa, saya datang ke sini ucapkan bela sungkawa, mewakili pak gubernur atas nama Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan husnulkhatimah," ujar Uu, Jumat (3/9/2021).

Uu tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut divaksinasi. Sebab, vaksinasi ini salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi Corona.

"Ini juga belum tentu karena vaksin atau tidak karena harus ada penelitian dan sebagainya. Namun karena keluarga sudah menerima ini sebagai takdir, juga tidak menuntut dan lainnya, itu yang kami harapkan. Tapi realitas setelah divaksin, lelah lalu meninggal," tutur Uu.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra meminta masyarakat untuk jujur dengan kondisi tubuh saat akan divaksinasi.
Yana mengungkapkan siswa tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, kata dia, kemungkinan siswa itu tidak menyampaikan saat tahapan skrining.

"Bukan karena vaksin, tapi memang siswa ini sudah ada penyakit bawaan. Ketika skrining ada kesalahan," ujar Yana usai memantau vaksinasi di Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Ciamis, Selasa (7/9/2021).

Yana meminta masyarakat yang akan menjalani vaksinasi COVID-19 harus jujur dengan kondisi masing-masing. "Sampaikan kalau punya penyakit apa, sedang berobat jalan. Jelaskan kondisi yang sebenarnya tubuh kita saat skrining. Jadi tolong jujur," ucap Yana.

Simak juga 'Komnas KIPI Selidiki Penyebab Kematian Pria Jakarta Usai Divaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)