Pengakuan Muncikari di Bandung Tawarkan PSK Via Online

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 10:54 WIB
FM (20) diamankan Polisi usai terlibat menjadi muncikari prostitusi online di Bandung
Foto: Muncikari prostitusi online di Bandung ditangkap polisi (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Praktik prostitusi online di Bandung terbongkar usai polisi melakukan penelusuran. Praktik ini dijalankan oleh muncikari FM (20) dengan enam 'anak asuhnya'.

FM mengaku awalnya dia hanya bekerja untuk menagih uang sewa unit apartemen di Bandung. Namun, dia diminta oleh salah satu anak asuhnya untuk mencarikan 'tamu'.

"Ini cuma sampingan. Asalnya kerja nagih uang. Tapi karena sering komunikasi (dengan penyewa), akhirnya ada yang minta dicariin tamu," ujar FM di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (7/9/2021).

FM kemudian melancarkan aksinya. Melalui aplikasi MiChat, FM menawarkan perempuan asuhannya ke lelaki hidung belang.

Selama empat bulan, FM bekerja mengendalikan prostitusi online itu. Dengan tarif Rp 250 ribu sekali kencan, dia berhasil mencari pria hidung belang.

"Saya dapetnya Rp 50 ribu. Seikhlasnya saja sih. Kadang rokok atau uang Rp 50 ribu," kata FM.

Polisi membongkar praktik prostitusi online di apartemen Bandung. Enam orang pekerja seks komersial (PSK) online dan muncikari diamankan.

"Jadi Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil mengungkap perkara dugaan prostitusi online di apartemen," ucap Kaporlestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (7/9/2021).

Terbongkarnya praktik prostitusi online ini bermula dari adanya aduan masyarakat. Tim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung kemudian menelusuri ke lokasi pada Senin (6/9) kemarin.

Dari hasil penelusuran itu, polisi menemukan fakta adanya praktik itu yang dijalankan oleh seorang muncikari FN (20). Polisi kemudian membawa muncikari beserta 'anak asuhnya' itu.

(dir/mso)