Lalin Arah Puncak Macet Parah Jelang Titik Penyekatan Ganjil Genap

M Solihin - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 10:17 WIB
Bogor -

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor kembali menggelar uji coba sistem ganjil genap untuk kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, Sabtu (4/9/2021). Sesuai tanggal hari ini, maka kendaraan yang dibolehkan mengarah ke kawasan Puncak Bogor hanya kendaraan bernopol genap.

Pantauan detikcom pukul 09:30 WIB di titik penyekatan ganjil genap Simpang Gadog, nampak ratusan petugas gabungan TNI, Polri, Dishub, BPBD dan Satpol PP Kabupaten Bogor bersiaga dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang mengarah ke Puncak. Jalur menuju Puncak di titik penyekatan nampak di bagi dua dan dibatasi dengan traffic cone.

Setiap kendaraan bernopol genap akan diarahkan ke lajur kiri dan dipersilahkan melanjutkan perjalanan setelah menunjukkan sertifikat vaksin. Sementara untuk kendaraan bernopol ganjil diarahkan ke lajur kanan dan diminta untuk memutar arah kendaraannya.

Sementara itu, arus lalulintas di simpang Gadog nampak terjadi kemacetan. Ratusan kendaraan yang datang darah Tol Jagorawi nampak mengular sejak selepas GT Ciawi hingga Simpang Gadog.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Gadog sejak sebelum dan setelah titik penyekatan ganjil genap di simpang Bendungan Gadog. Jalur ini, biasanya digunakan pengendara sebagai jalur alternatif untuk menghibdari oneway atau pemeriksaan petygas di simpang gadog.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan, kemacetan pagi ini memang biasa terjadi setiap akhir pekan. Karena warga kebanyakan ingin menikmati keindahan alam di kawasan Puncak sejak awal.

"Soal kemacetan, biasanya memang sabtu itu lebih padat dari Jum'at, karena Jum'at itu kan masih kerja dan jumat itu macetnya biasanya sore. Kalau Sabtu macetnya dari pagi sampai sore itu pasti padat," kata Ade Yasin saat meninjau pelaksanaan ujicoba ganjil genap di Simoang Gadog, Sabtu (4/9/2021).

Ade Yasin menegaskan, sistem ganjil genap di kawasan Puncak masih sebatas ujicoba. Satgas COVID-19 akan mengevaluasi setelah dua pekan kedepan dan mempertimbangkan apakah akan dilanjutkan atau tidak.

"Kita ini ujicoba selama dua minggu ya, hari ini ujicoba pekan pertama. Nanti setelah dua minggu ke depan ada pengurangan aktifitas, kemudian masyarakat disini juga kondusif, kita lihat saja nanti," kata Ade Yasin.

"Tetapi ini saya kira ini (sistem ganjil genap) belum menjadi permanen ya, karena pemberlakuan ganjil genap selama masa PPKM ini adalah menghindari keramaian di Puncak dan kita juga menghindari banyaknya kerumunan-kerumunan orang," imbuhnya.

Selain sistem ganjil genap, Satgas COVID-19 juga mewajibkan wisatawan yang akan masuk ke kawasan Puncak untuk membawa sertifikat vaksin dan menunjukkannya di setiap titik penyekatan dan pemeriksaan.

"Ini baru satu hari, belum kelihatan efektif atau tidak. Tetapi sudah banyak yang kita putar balik karena nopol tidak sesuai aturan ganjil genap dan mereka yang lolos ke atas juga kita minta aplikasi peduli lindungi, supaya mereka yang naik ke atas adalah mereka yang sudah divaksinasi," kata Ade Yasin.

Sampai saat ini, petugas gabungan masih melakukan penyekatan dan pemeriksaan di simpang Gadog. Ratusan kendaraan baik roda 4 maupun roda 2 nampak diputar balik karena nopolnya tidak sesuai dengan tanggal hari ini. Untuk diketahui, sesuai tanggal hari ini maka kendaraan yang dibolehkan mengarah ke Puncak adalah kendaraan bernopol genap.

(mud/mud)