Siswa SMK di Ciamis Meninggal Usai Sehari Divaksinasi

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 22:03 WIB
Sejumlah pedagang di Bandung menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di mal dan toko swalayan di Kota Bandung.
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Kepala SMK Galuh Rahayu Sindangkasih M Rizal Abdilah membantah ada paksaan kepada siswanya untuk divaksinasi. "Kita tidak ada paksaan sedikit pun. Bahkan kalau ada yang punya penyakit bawaan, kita tidak membolehkan (siswa) divaksin. Tapi anak-anak antusias karena ingin tatap muka. Anak-anak semangat," ujar Rizal.

Menurutnya, dalam proses vaksinasi ini sudah sesuai SOP, dari mulai skrining sampai disuntik vaksin. Bahkan ada anak yang menangis karena tidak lolos skrining.

"Ada yang hilang penciuman, ada yang asma, itu tidak divaksinasi. Bersangkutan (Cahyono) tetap divaksin," kata Rizal sambil menambahkan dari total 364 siswa itu yang divaksinasi hanya 306 orang.

Kabid P2P Dinkes Ciamis Harun Al Rasyid membenarkan adanya siswa SMK yang meninggal dunia usai divaksinasi. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab meninggalnya siswa tersebut.

"Kami mendapat laporan dari pihak sekolah, kami langsung mendatangi rumah duka dan melakukan asesmen. Di sana kita memastikan vaksin diberikan atau tidak, skrining dan lainnya sesuai SOP atau tidak. Untuk hasilnya dibawa ke Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Jabar," tutur Harun.

Menurut penjelasan dari orang tua, Harun mengatakan, siswa tersebut memang mengalami sakit lambung. Dia menjelaskan kegiatan vaksinasi tersebut digelar oleh Dokkes Polres Ciamis dan kejadian ini pun sudah ditangani

"Untuk hasil asesmen dibawa ke Komda KIPI Jabar," ucap Harun.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi rumah siswa yang meninggal itu di Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Uu membenarkan Cahyono meninggal usai divaksinasi.

"Bukan investigasi atau apa, saya datang ke sini ucapkan bela sungkawa, mewakili pak gubernur atas nama Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan husnulkhatimah," ujar Uu, Jumat (3/9/2021).

UU mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut divaksinasi. Sebab, vaksinasi ini salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi Corona.

"Ini juga belum tentu karena vaksin atau tidak karena harus ada penelitian dan sebagainya. Namun karena keluarga sudah menerima ini sebagai takdir, juga tidak menuntut dan lainnya, itu yang kami harapkan. Tapi realitas setelah divaksin, lelah lalu meninggal," tutur Uu.


(bbn/bbn)