Ada 5.642 Anak Yatim Korban COVID-19 di Jabar, Bakal Diurus Pemprov?

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:49 WIB
Poster
Ilustrasi (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil tengah merumuskan santunan kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Jabar hingga 1 September 2021, tercatat 5.642 anak yatim akibat COVID-19.

"Kita sudah merapatkan, di sini juga ada DPRD. Semua yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal karena Covid. Pendidikannya diurus minimal sampai SMA dan SMK, pada dasarnya sudah gratis," kata Emil --sapaan Ridwan-- dalam konferensi pers virtual, Jumat (3/9/2021).

Di luar biaya pendidikan, pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga akan merumuskan santunan kesehatan bagi anak-anak tersebut. "Saya juga melihat masyarakat banyak yang ingin berpartisipasi menyantuni. Kami sedang rumuskan," ucap Emil menambahkan.

Kasus anak yang menjadi yatim, piatu atau yatim piatu tercatat paling banyak berada di Kota Bekasi dengan catatan 911 jiwa. Kemudian Kota Depok sebanyak 845 jiwa, Kabupaten Cirebon dengan 659 jiwa, Kabupaten Bogor sebanyak 582 jiwa dan Kabupaten Pangandaran dengan 431 jiwa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, pendataan data anak yang menjadi kehilangan orang tuanya masih terus dilakukan.

"Data sementara yang sudah masuk jumlah anak yang menjadi yatim, piatu atau yatim piatu di Jabar karena covid ada 5.642 anak. Berbasis data dari Dinsos, dan data dari Kabkota, DP3AKB Prov dan Kabkota juga melakukan input Data pada Sistem Rapid Pro Kemen PPPA, yang sampai saat ini masih berlangsung," ujar I Gusti Agung saat dikonfirmasi Jumat (3/9/2021).