ADVERTISEMENT

Ibu yang Tak Tidur 7 Tahun Disarankan Berobat Lagi ke Psikiater

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 15:12 WIB
Cucu, warga Bandung Barat mengaku tak bisa tidur sejak 2014 lalu.
Ibu di Bandung Barat yang tak tidur 7 tahun (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Cucu (45), Warga Kampung Warung Jati, RT 02/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tak tidur sejak 2014 baru saja menjalani pemeriksaan medis.

Cucu menjalani CT Scan di Rumah Sakit Santosa untuk melihat apa yang terjadi pada bagian kepalanya. Beruntung hasilnya baik, namun Cucu dijadwalkan menjalani CT Scan ulang untuk melihat gangguan pada lehernya.

Dokter spesialis jiwa RSUD Cikalongwetan dr Zulfitriani SpKJ mengatakan pemeriksaan fisik pada pasien yang saat ini sedang berjalan termasuk di antaranya CT Scan menjadi langkah penting guna menangani masalah sulit tidur.

"Semoga hasil pemeriksaannya baik. Karena memang dalam menangani masalah tidur ini harus disingkirkan dulu masalah fisiknya," ungkap dr Zulfitriani SpKJ kepada detikcom, Jumat (3/9/2021).

Jika hasil pemeriksaan fisik yang dijalani pasien sudah keluar dan menunjukkan hasil yang baik, maka pasien yang bersangkutan bisa dibawa lagi ke RSUD Cikalongwetan tempat pertama ia menjalani pemeriksaan.

"Kalau hasil pemeriksaan fisik dari hasil CT Scannya baik dan tidak ada masalah, sebaiknya pasien dibawa lagi ke RSUD Cikalongwetan untuk ditangani oleh psikiater agar masalah psikologisnya terkoreksi dengan baik, karena sampai saat ini gangguan tidurnya belum terkoreksi," jelasnya.

Nantinya pasien bakal menjalani assessment untuk mengetahui kondisinya. Apalagi yang bersangkutan sebelumnya mengaku mengalami ketergantungan akan obat yang diberikan padanya sampai akhirnya memutuskan berhenti konsumsi obat tersebut.

"Pasien dianjurkan ke RSUD untuk dianalisa lebih lanjut dan akan diberikan psikoedukasi dan terapi obat," ujarnya.

Untuk pemberian obat, sebagai psikiater ia memastikan jika obat yang bakal diberikan pada seorang pasien tentunya sesuai dengan dosis terapi sehingga tidak bakal menyebabkan ketergantungan karena akan terus dipantau dosisnya oleh dokter. Apalagi dalam kasus ini, pasien mengaku mengalami ketergantungan akan obat yang diberikan padanya.

"klien saat mengatakan ketergantungan itu adalah stigma karena pasien diberikan obat sesuai. Untuk mencapai kategori sembuh harus melewati fase stabilisasi obat dulu sehingga keluhan berkurang dan bahkan tidak dirasakan lagi. Ini tercapai dengan kontrol pengobatan yang teratur," terangnya.

Simak juga 'Terekam CCTV! Aksi Ibu Buang Bayi di Teras Masjid Tangerang':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT