Capain Vaksinasi Cianjur Kedua Terendah di Jabar, Ini Kata Pemkab

Sudirman Wamad, Ismet Selamet, Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 15:34 WIB
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges.
Foto: Ilustrasi (thinkstock).
Cianjur -

Kabupaten Cianjur berada di peringkat kedua terbawah capaian vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat. Pemkab Cianjur berdalih jika capaian masih rendah akibat minat warga yang kurang saat awal progam vaksinasi hingga terbatasnya stok vaksin saat ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari website vaksin.kemenkes.go.id, daerah di Jawa Barat yang capaian vaksinasinya paling rendah ialah Kabupaten Tasikmalaya dengan 12,13 persen, kemudian Cianjur dengan 13,38 persen, dan ketiga terbawah ialah Kabupaten Cirebon denan 15,39 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi tertinggi, yakni Kota Bogor dengan 64,59 persen, disusul Kota Bandung dengan 64,36 persen, dan berikutnya Kota Cimahi dengan 60,14 persen.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Komunikasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan darti target vaksinasi 1,9 juta orang di Cianjur, saat ini baru tercapai sekitar 256.443 sasaran atau sekitar 13,38 persen.

"Itu untuk vaksinasi dosis pertama, sedangkan yang sudah sampai tahapan vaksinasi dosis kedua baru 6,44 persen," ujar Yusman, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya banyak kendala yang dihadapi terkait program vaksinasi COVID-19, dimana saat awal vaksinasi minat warga sangat rendah lantaran banyaknya isu berkaitan dengan vaksin.

"Tapi seiring waktu, terlebih usai tokoh-tokoh divaksin minatnya tinggi. Bahkan sekarang setiap kegaitan vaksinasi massal, yang datang melebihi kuota," ucapnya.

Namun, lanjut Yusman, masalah berikutnya datang, lantaran stok vaksin yang terbatas. Setiap setok yang ditema hanya cukup untuk sepekan atau beberapa hari. Akibatnya kuota vaksinasi dibatasi.

"Jadi untuk sekarang, minat warga tinggi tapi stok vaksin terbatas. Padahal kalau stoknya banyak, vaksinator kita mampu untuk menggenjot agar target bisa tercapai. Tapi kan kita bergantung pada pusat untuk stok, kita hanya bisa mengajukan dan jumlah atau waktu pengirimannya tergantung pusat," ujarnya.