Data Jabar

Jumlah Kasus dan Faktor Pemicu Kekerasan Seksual di Kota Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 12:37 WIB
Poster
Ilustrasi kasus kekerasan seksual (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Cirebon -

Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Kekerasan perempuan di Kota Cirebon mayoritas disebabkan faktor ekonomi.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon mengklaim penurunan kasus tersebut hasil kerja keras jaringan dan relawan yang rutin menggelar edukasi dan sosialisasi. Kepala DSPPPA Kota Cirebon Santi Rahayu mengatakan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2021 mencapai sembilan kasus.

"Terbilang menurun. Dari sembilan kasus yang terjadi hingga Agustus ini, yang kekerasan fisik itu enam kasus, dan kekerasan seksual itu tiga kasus," kata Santi saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Rabu (1/9/2021).

Menurut Santi, jumlah kasus kekerasan pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Dalam tiga tahun sebelumnya, kasus kekerasan seksual tertinggi terjadi pada 2018 mencapai 70 kasus.

"Mayoritas penyebab kekerasan terhadap perempuan ini salah satu faktornya adalah ekonomi. Kemudian, rata-rata pelakunya juga orang terdekat. Karena bukan hanya terjadi antara suami dan istri, ada juga dengan pacar, dan orang terdekat lainnya," ujarnya.

Pihaknya selalu mendorong agar kasus kekerasan terhadap perempuan diselesaikan melalui jalur hukum. Namun, ia tak menampik, banyak kasus kekerasan yang diselesaikan hanya melalui mediasi antara korban dan pelaku.

"Kita inginnya ke jalur hukum ya. Tapi sedikit yang diselesaikan ke jalur hukum, 2018 itu ada sekitar enam kasus yang ke hukum. Kemudian, 2019 ada tujuh kasus, 2020 sekitar empat kasus," tutur Santi.

Santi mengatakan kasus yang ditempuh melalui jalur hukum rata-rata kekerasan fisik. "Semua kasus yang kita dampingi selalu melibatkan psikolog. Ini sebagai upaya dalam menyembuhkan trauma terhadap korban," ucap dia.

Ia menjelaskan saat ini DSPPPA Kota Cirebon selalu berkoordinasi dengan jaringan Motivator Ketahanan Keluarga (Moteker) dan Satgas Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kedua jaringan ini rutin menggelar edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan.

"Pembinaan terhadap keluarga melalui jaringan dinas itu merupakan upaya untuk mengurangi kasus kekerasan. Sosialisasi dan edukasi itu kita rutin menggelarnya setiap triwulan sekali," ujar Santi.

(bbn/bbn)