Antusiasme Tunanetra Karawang Belajar Membaca-Menulis Huruf Braille

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 15:26 WIB
Melihat antusiasme tunanetra di Karawang ikut pelatihan huruf braille
Melihat antusiasme tunanetra di Karawang ikut pelatihan huruf braille (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

Di tengah pandemi ini, belasan tunanetra dari Karawang begitu semangat mengikuti pelatihan membaca, dan menulis huruf braille di UPTD Bina Karya, Kecamatan Karawang Timur.

Koordinator Seksi Bimtek dan Layanan Literasi BLBI Abiyoso, Direktorat Jendral Kemensos, Amin Suaedi mengungkapkan pelatihan ini merupakan program dari Kemensos, dalam memberikan pendidikan luar biasa bagi para penyandang disabilitas sensorik netra.

"Pelatihan membaca, dan menulis huruf Braille ini digelar dari hari kemarin, dan sampai hari Jum'at, dan diikuti oleh 17 peserta disabilitas sensorik netra atau sering dikenal tunanetra," kata Amin saat diwawancarai di lokasi pelatihan, di UPTD Bina Karya, Kecamatan Karawang Timur, Rabu (1/9/2021).

Lanjutnya, 17 peserta berasal dari Karawang , dan belum pernah mengetahui tentang huruf Braille.

"Jadi 17 peserta ini hasil dari assessment dengan kriteria belum pernah membaca, dan menulis huruf Braille," ungkapnya.

Dalam pelatihan ini, selain huruf Braille latin, para peserta dikenalkan juga huruf Braille Arab.

"Jadi bukan hanya huruf Braille latin, namun mereka juga belajar memahami huruf Braille Arab," terangnya.

Dari pantauan detikcom, 17 peserta ini didominasi oleh laki-laki, dan hanya ada 3 perempuan. Bukan hanya itu, suasana dalam ruang pelatihan, terasa begitu riuh oleh gelak tawa para peserta, yang tampak begitu antusias mengikuti arahan pelatih.

Adapun alat yang digunakan para peserta untuk membuat huruf Braille, yakni Reglet Riglet sebagai alat tulis Braille, dan Pantule atau papan tulis Braille, dan mesin ketik khusus Braille.

Saat diwawancarai, peserta bernama Marwan Permana (26) pemuda asal Kecamatan Tempuran, diakui baru pertama kali meraba huruf Braille, dan merasa senang bisa membacanya.

"Saya senang bisa ikut pelatihan, yang biasanya cuma di rumah, dan kadang dipanggil untuk ngurut, sekarang saya bisa ketemu banyak orang yang seperti saya, dan belajar baca Braille bersama," tandas pemuda yang kesehariannya menjadi Tukang urut ini.

Ia berharap, pelatihan ini terus dilakukan, hingga peserta bisa mahir membaca, dan menulis huruf Braille.

"Saya berharap pelatihan ini sampai lanjut, sampai peserta bisa baca, dan tulis huruf Braille," tandasnya.

(mud/mud)