Stok Vaksin BCG Kosong, Imunisasi Anak 1-6 Bulan di Cianjur Terhambat

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 17:04 WIB
A latin woman injecting medicine on babys thigh in a horizontal low section shot indoors.
Ilustrasi (Foto: iStock)
Cianjur -

Kabupaten Cianjur kehabisan vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG). Kekosongan yang diakibatkan keterlambatan distribusi dari pemerintah pusat tersebut membuat vaksinasi untuk anak di Cianjur terhambat.

Sekadar diketahui, vaksin BCG merupakan salah satu vaksin wajib untuk anak. Vaksin tersebut berfungsi untuk mengurangi atau mencegah tuberkulosis (TBC) yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.

Sutrisna, salah satu orang tua bayi asal Kecamatan Karangtengah, mengaku sempat mendatangi beberapa klinik di Cianjur untuk mengimunisasi anaknya, sebab dia mendapatkan informasi jika vaksin BCG di puskesmas sedang kosong.

Namun ternyata di klinik yang didatanginya juga tidak memilik stok BCG. Akibatnya dia tak jadi memvaksin atau mengimunisasi dan terpaksa membawa pulang anaknya.

"Kemarin saya pergi ke dua klinik yang ada di Cianjur. Tujuannya buat imunisasi anak usia satu bulan. Tapi di dua klinik tersebut tidak tersedia vaksin BCG. Menurut keterangan perawat atau tenaga medis di klinik tersebut, sudah hampir satu bulan vaksin BCG tidak ada. Di puskesmas informasinya juga kosong," ungkap Sutrisna, Selasa (31/8/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal, membenarkan jika stok vaksin BCG di Cianjur kosong. Bahkan kekosongan stok sudah hampir satu bulan.

"Kelangkaan vaksin BCD sudah terjadi sejak beberapa minggu ke belakang akibat ada keterlambatan distribusi dari pusat," katanya.

Selain adanya keterlambatan distribusi vaksin dari pusat, gudang tempat penyimpanan vaksin saat ini juga penuh karena didominasi oleh vaksin Covid-19. "Saat ini gudang penuh karena didominasi oleh vaksin Covid-19," ucap Yusman.

Namun Yusman mengimbau kepada para orang tua agar tidak panik karena vaksinasi BCD bisa diberikan pada anak usia 3 sampai 6 bulan.

"Masih ada kesempatan waktu selama 3 bulan , bahkan bayi 6 bulan pun kalau yang belum divaksin itu masih bisa. Jadi vaksin BCD ini diberikan kepada bayi yang berumur 1 sampai 6 bulan lebih," jelasnya.

Yusman mengaku, saat ini pihaknya sudah mengusulkan vaksin BCD kepada pemerintah pusat supaya segera didistribusikan untuk mengantisipasi kelangkaan.

"Kita sedang mengusulkan lagi. Kita mengusulkan setiap awal tahun dengan menyesuaikan jumlah data ibu hamil yang ada di Cianjur," pungkasnya.

(mud/mud)