Pengakuan Penodong Pistol Penjaga Toko Kelontong di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:45 WIB
Pengakuan penodong pistol petugas toko kelontong di Bandung
Pengakuan penodong pistol petugas toko kelontong di Bandung (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Aksi penodongan pistol dilakukan kawanan pencuri terhadap penjaga toko kelontong di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tidak berselang lama, tiga dari empat tersangka berhasil diamankan petugas kepolisian beserta barang bukti senjata api.

Salah satu dari empat tersangka, ZZ (40) diamankan di rumahnya yang berada di Lengkong, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/8) malam. Di rumahnya ditemukan sejumlah senjata Laras panjang, airsoftgun, dan ratusan peluru.

Dari pengakuan tersangka ZZ, mereka sedang mencari kerja ke suatu proyek pembangunan dekat toko. Karena tidak ada pekerjaan, kemudian mereka mendatangi toko tersebut.

Dengan nekat, mereka mendatangi salah satu pegawai toko. Dirinya meminta uang dan rokok dengan kasar kepada pegawai toko tersebut di saat toko sedang ramai pembeli.

"Waktu itu ada pembangunan ke sana. Niatnya minta pekerjaan. Tapi gak ada kerjaan akhirnya kembali lagi. Karena posisi tidak punya uang, kita akhirnya ke toko niatnya minta rokok," ucap ZZ saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Bandung, Senin (30/8/2021).

Tidak cukup di situ, ZZ seperti akan menodongkan senjata yang disimpannya di celana belakang. Karena takut, pegawai toko pun kembali ke dalam untuk mengambil barang yang mereka minta.

"Awalnya ke penjaga toko minta, karena lama saya susul, terus saya todong juga," ucapnya.

Saat ditanya alasan membawa pistol, ZZ hanya menjawab bahwa dirinya tidak sengaja membawa pistol. Dirinya mengaku hobi merakit pistol.

"Bukan maksud begitu, kebetulan pistol itu dibawa. Saya juga hobi ngoprek pistol," ucapnya.

Mereka pun kabur setelah mendapatkan yang mereka mau seperti rokok dan satu dus permen. Sembari menggunakan mobil jip dengan atap terbuka, mereka mengarah ke tempat pengisian bahan bakar. Di sana mereka pun berulang kembali.

"Ke SPBU minta diisiin 150 ribu, tapi kita bayar cuman Rp 50 ribu," lanjutnya.

Aksi mereka terekam kamera pengawas atau CCTV dan viral di media sosial. Petugas kepolisian pun berhasil mengamankan tiga tersangka, ZZ (40), SG (36) dan NK (43). Sementara satu tersangka, TH, masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Akibat perbuatannya, mereka terancam hukuman selama 12 tahun penjara dengan pasal berlapis yakni pasal 365 KUHPidana dan UU Kepemilikan Peluru dan Senjata.

(mud/mud)