Round-Up

Misteri Penghuni 'Kamar' Drainase di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 08:16 WIB
Petugas pemeliharaan saluran air Kota Bandung menemukan kamar di dalam gorong-gorong atau saluran drainase di Jl Dr Djundjunan, Kota Bandung.
Petugas menunjukkan drainase yang difungsikan menjadi 'kamar'. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Penemuan 'kamar' di dalam gorong-gorong atau drainase di Jalan Dr H Djundjunan, Kota Bandung, sempat membuat heboh. 'Kamar' itu ditemukan petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung yang tengah melakukan pemeliharaan rutin.

Kadis DPU Kota Bandung Didi Riswandi mengatakan, kamar itu ditemukan setelah petugas melakukan pemeliharaan drainase guna mengantisipasi jelang musim hujan.

"Tiga buah kasur terpasang rapi di atas papan bambu dan batu batu yang dipergunakan tempat tidur. Selain kasur, terdapat bantal, guling, koper, baju, dan selimut," katanya saat dimintai konfirmasi wartawan via sambungan telepon, Selasa (24/8) kemarin.

Saluran drainase di Jalan tersebut ada dua, drainase sebelah kiri masih dialiri air sedangkan yang sebelah kanan tidak dan terdapat sedimentasi yang cukup tinggi.

"Di sana gorong-gorong ada dua yang melintasi Djunjunan. Yang satu terlihat dinaikin supaya tidak masuk air, ada dua karung pengganjal air sehingga sedimentasi di sana banyak," tambahnya.

Petugas pemeliharaan saluran air Kota Bandung menemukan 'kamar' di dalam gorong-gorong atau saluran drainase di Jl Dr Djundjunan, Kota Bandung.Petugas pemeliharaan saluran air Kota Bandung menemukan 'kamar' di dalam gorong-gorong atau saluran drainase di Jl Dr Djundjunan, Kota Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Didi menyebut, gorong-gorong itu berukuran besar dan sering dilakukan pembersihan. Gorong-gorong serupa juga ada di Jalan Dago, Gedebage, Cipamulihan, dan Citarip (Jalan Soekarno-Hatta).

"Sebenarnya pembersihan ini rutin dilakukan terlebih mendekati musim hujan. Setelah Djunjunan, ke samping kantor Camat Gedebage, Pasar Induk Gedebage Cipamulihan, Citarip Soekarno-Hatta," ungkapnya.

Karena bisa menyengat aliran air, pihaknya meminta petugas di lapangan untuk membongkarnya.

"Petugas tidak berani, nggak enak hati. Saya ke sana, saya suruh bersihin dan pagi tadi baru dibongkar. Kalau banjir, itu bahaya," tegas Didi.

Tonton juga Video: Protes Masalah Drainase, Warga Tasikmalaya Tabur Ikan di Jalan

[Gambas:Video 20detik]