'Kamar' dalam Saluran Drainase, Kadis PU Bandung: Belum Lama Dibuat

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 15:57 WIB
Petugas pemeliharaan saluran air Kota Bandung menemukan kamar di dalam gorong-gorong atau saluran drainase di Jl Dr Djundjunan, Kota Bandung.
Foto: Penampakan saluran drainase di Bandung dijadikan 'kamar' (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Riswandi mengatakan kamar yang ada di dalam saluran drainase di Jalan Dr Djunjunan itu belum lama dibuat.

Menurut Didi, jika debit air dari wilayah hulu besar, saluran drainase itu bakal dipenuhi air. Selain itu, wilayah tersebut kerap menjadi titik genangan banjir.

"Kalau hujan besar, itu bisa tergenang," kata Didi via sambungan telepon, Rabu (25/7/2021).

Didi menyebut, kamar tersebut belum lama dibuat. "Kemungkinan kemarau saja," ucapnya.

Jelang musim penghujan, pihaknya terus melakukan pembersihan saluran drainase di Kota Bandung. Dari hasil pembersihan, baru di Jalan Dr Djunjunan yang ditemukan hal serupa.

"Sekarang lagi pembersihan drainase yang Rancabolang, nanti setelah beres ke Cipamulihan. Sudah mau dikerjakan dari UPT. Belum ditemukan lagi, sedang dilakukan pembersihan," jelas Didi.

Didi menilai hal tersebut aneh, biasanya pihaknya menemukan bangunan liar di kolong jembatan atau di bantaran sungai. Didi juga mengaku kaget, mendapatkan laporan dari tim lapangan.

"Aneh. Selama ini kita jarang ditemukan yang begitu, makannya saya kaget. Kirain ada kasur yang hanyut, ternyata tempat tinggal," ujarnya.

Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung menemukan 'kamar' di dalam gorong-gorong atau drainase di Jalan Dr Djundjunan. Kasur hingga pakaian ditemukan petugas.

Kadis DPU Kota Bandung Didi Riswandi mengatakan kamar itu ditemukan setelah petugas melakukan pemeliharaan saluran air (drainase) guna mengantisipasi menjelang musim hujan.

Saat dilakukan pembersihan, sejumlah barang ditemukan. Diduga 'kamar' itu dibuat oleh penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Tiga buah kasur terpasang rapi di atas papan bambu dan batu batu yang dipergunakan tempat tidur. Selain kasur, terdapat bantal, guling, koper, baju, dan selimut," katanya saat dimintai konfirmasi wartawan via sambungan telepon, Selasa (24/8/2021).

"Di sana gorong-gorong ada dua yang melintasi Djunjunan. Yang satu terlihat dinaikin supaya tidak masuk air, ada dua karung pengganjal air sehingga sedimentasi di sana banyak," tambahnya.

(wip/mso)