ADVERTISEMENT

Mahasiswa Kritik Proyek Ruang Publik-Kantor Majalengka Senilai Rp 10 M

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 14:00 WIB
Proyek Pembangunan di Majalengka
Pemotor melintasi area proyek penataan ruang publik di Majalengka. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)

Upaya mempercantik kota dengan menggelar proyek pembangunan tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majalengka.

Sekertaris IMM Majalengka Nurul Afifah mengungkapkan pembangunan yang dilakukan Pemkab Majalengka di tengah pandemi COVID-19 dinilai tidak tepat lantaran masih banyak masyarakat yang terpuruk. "Saya kira kurang tepat digunakan untuk pembangunan, harusnya pemerintah memberikan stimulus untuk pemulihan ekonomi. Sekarang masyarakat tengah terpuruk," ujar Nurul.

Ia mengungkapkan pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Majalengka selama ini belum mampu menjadi penggerak roda ekonomi rakyat di tengah pandemi COVID-19. Nurul pun menganggap pemerintah sudah tidak memiliki rasa empati terhadap rakyat karena lebih memprioritaskan pembangunan ketimbang memulihkan ekonomi.

"Tinggal disimpulkan saja, rakyat sedang susah, pemerintah terus membangun fasilitas yang tidak begitu penting, artinya sudah hilang rasa empatinya," tutur Nurul.


(bbn/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT