BMKG Prediksi Musim Hujan di Bandung Raya Datang Lebih Cepat Tahun Ini

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 07:55 WIB
ilustrasi hujan
Foto: ilustrasi/thinkstock
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi musim hujan di Bandung Raya bakal datang lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya pada tahun 2021 ini.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menyebut berdasarkan analisis yang dilakukan pihaknya musim hujan bakal mengguyur Bandung Raya lebih awal 1 hingga 2 dasarian.

"Meskipun saat ini masih berada di musim kemarau yang kemungkinan akan berlangsung hingga dasarian I September 2021. Tapi musim hujan datang lebih awal dari biasanya," ungkap Rahayu kepada detikcom, Jumat (27/8/2021).

Rahayu menyebut setelah melewati musim kemarau kemudian Bandung Raya akan langsung memasuki musim peralihan atau pancaroba pada dasarian II September 2021 hingga awal dasarian I Oktober 2021.

"Musim hujan untuk wilayah Bandung Raya sendiri diprediksi akan di mulai pada awal Oktober 2021. Sedangkan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari 2022," kata Rahayu.

Kondisi curah hujan musim peralihan (pancaroba) tahun 2021 ini diprediksi akan mengalami peningkatan dari kondisi normalnya antara 20 persen sampai 40 persen lebih tinggi.

Kondisi peningkatan curah hujan itu juga akan meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung Raya seperti hujan es, angin kencang/puting beliung, banjir, sampai tanah longsor.

"Kondisi peningkatan potensi bencana tersebut diprediksi akan mulai terjadi sejak dasarian II September hingga puncak musim hujan di bulan Januari 2022," terang Rahayu.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi mulai bulan September (musim peralihan) hingga masuk pada musim hujan pada bulan Oktober.

"Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar DAS Citarum, termasuk yang di perkotaan untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, hujan es, bahkan angin kencang atau puting beliung," pungkas Rahayu.

Simak video 'Kalimantan-Sulawesi Berpotensi Hujan Lebat, Bagaimana di Daerah Lain?':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)