BOR Jabar 20,95 Persen, Dinkes: Masyarakat Patuh Aturan PPKM

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 20:02 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Tingkat keterisian rumah sakit (BOR) rujukan COVID-19 di Jawa Barat menurun drastis selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada 25 Agustus 2021, BOR di Jabar turun ke angka 20,95%.

Bandung Raya pun sempat mencatatkan angka BOR yang tinggi yakni 91,89% pada hari pertama PPKM. Sementara itu, setelah melaksanakan PPKM selama 44 hari (per 3 Juli - 15 Agustus), BOR di Bandung Raya pun turun menjadi 31,85%.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan, selain BOR yang turun terlihat ada penurunan kasus aktif serta angka kesembuhan yang meningkat hingga 91,94%.

"Kalau dilihat dari dalam dua bulan terakhir BOR terus menurun. Data per tanggal 24 Agustus memperlihatkan kasus aktif menurun, angka sembuh meningkat dengan tingkat kesembuhan 91,94 persen," ujar Nina dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

Angka tersebut, kata Nina, menandakan keberhasilan PPKM dalam menekan penyebaran COVID-19. "Kondisi ini menandakan salah satu bukti keberhasilan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM," ujarnya.

Nina menambahkan, meski rata-rata BOR di sejumlah kota/ kabupaten di Jawa Barat menurun, namun masih ada beberapa daerah yang BOR- nya masih relatif tinggi.

"BOR COVID-19 yang masih tinggi per tanggal 25 Agustus, yaitu Kota Banjar 50,7 persen, Ciamis 41,3 persen, Tasikmalaya 38,6 persen, Cianjur 35,5 persen dan Bandung Barat 31,3 persen," sebutnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, kedaruratan karena COVID-19 mulai melandai. "Kedaruratan kita sudah turun gunung. Hari ini BOR di Jabar 34 persen, itu rekor terendah. Terendah mendekati rekor paling rendah 28% saat Idul Fitri, jadi sudah lewat puncak gunung kedaruratannya, saat BOR kita 91%, sekarang sudah turun tinggal sepertiganya di 34%," ujar Ridwan Kamil, 13 Agustus 2021.

(yum/mud)