Genjot Pendapatan Pajak, Samsat Pajajaran Dekati Warga Naik Bus Bandros

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 11:10 WIB
Petugas menaiki Bus Bandros sosialisasikan Triple Untung Plus
Foto: Petugas menaiki Bus Bandros sosialisasikan Triple Untung Plus (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Mini (45), warga Cicendo lega setelah selesai membayar pajak tahunan kendaraannya di Samsat Keliling yang berada di depan Polsek Astanaanyar Bandung, Selasa (24/8). Meski pajak tahunan kendaraannya habis pada 12 Juli 2021 lalu, ia tak perlu membayar denda.

"Setiap tahun saya rutin, tetapi karena ada pandemi saya baru bisa bayar sekarang. Alhamdulillah bebas denda, katanya ada program dari pemerintah," kata Mini saat ditemui di lokasi.

Tim Pembina Samsat Bapenda Jabar pun terus melakukan berbagai cara untuk sosialisasi terkait relaksasi pembayaran pajak melalui program Triple Untung Plus. Salah satu yang dilakukan adalah menyebarkan informasi dengan berkeliling menggunakan Bus Bandros.

Woro-woro dan interaksi langsung soal Triple Untung Plus dilakukan dari Bandros yang berkeliling dari Kantor Samsat Pajajaran, kemudian ke Alun-alun Cicendo, Jamika, Pasar Burung di Jalan Peta, Pasar Loak Astanaanyar, Mapolsek Astanaanyar hingga Pasteur.

Petugas menaiki Bus Bandros sosialisasikan Triple Untung PlusPetugas sosialisasikan program Triple Untung Plus (Foto: Yudha Maulana/detikcom).

"Alhamdulillah kita hari ini tim pembina Samsat telah melakukan sosialisasi program Triple Untung Plus, masyarakat atau wajib pajak bisa memanfaatkan sebaik-baiknya program ini, tujuan dari program itu untuk meringankan beban wajib pajak di masa pandemi," ujar Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bandung 1 Pajajaran Ekawati saat ditemui di Astanaanyar.

Ekawati menjelaskan ada tiga keuntungan dari program tersebut, yakni bebas denda pajak kendaraan bermotor (PKB) bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ke-2 (BBNKB II) dan bebas tunggakan PKB tahun ke-5. Program tersebut dimulai dari 1 Agustus - 24 Desember 2021.

"Dan kita juga ada diskonnya, diskon untuk wajib pajak yang taat artinya satu bulan sebelum jatuh tempo itu diberikan cashback 2 persen dan setinggi-tingginya 6 bulan sebelum jatuh tempo diberikan diskon 10 persen, dan bagi wajib pajak yang membeli kendaraan baru (BBNKB I) diberikan diskon permohonan pendafataran kendaraan baru 2,5%," ujar Ekawati.

Diakui Eka, pandemi COVID-19 cukup memukul target pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun pertama pandemi.

"Pada tahun pertama pandemi memang cukup berat dan di tahun kedua ini pun sebenarnya ya cukup berat juga sebenarnya bagi wajib pajak makanya kita terus setiap tahun melakukan program Triple Untung Plus ini, kami acungkan jempol bagi wajib pajak yang taat," kata Ekawati.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan membantu pembangunan di Jawa Barat, termasuk di dalamnya penguatan fasilitas kesehatan untuk penanggulangan COVID-19.

"Kalau melihat animo masyarakat sampai dengan kemarin itu cukup luar biasa kita hampir 26.000 masyarakat yang sudah memanfaatkan program Triple Untung Plus untuk tanggal 1 sampai dengan tanggal 22 Agustus," katanya.

"Dan ini perlu diketahui juga program Triple Untung Plus ini artinya kita tidak berdiri sendiri kita ada mitra kita kepolisian, ada Jasa Raharja dan tentunya dari semua kegiatan ini juga tentunya tidak lepas dari dukungan dari Bank BJB," ujar Eka.

Lihat juga video 'Ingat! Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Online, Tak Perlu ke Samsat':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)