Cianjur, Sukabumi hingga Cirebon Masih Harus Terapkan PPKM Level 4

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 10:31 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pemerintah resmi memperpanjang PPKM level 2-4 demi menekan penyebaran COVID-19. Sejumlah daerah di Jabar mulai menerapkan PPKM Level 2 setelah sebelumnya hanya Kabupaten Tasikmalaya yang berada pada level tersebut. Sementara empat daerah masih harus menerapkan PPKM Level 4.

Berdasarkan data yang ada dalam dokumen Inemendagri No 35 Tahun 2021, daerah yang masih harus menerapkan PPKM Level 4 adalah Kabupaten Cianjur, Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Kota Cirebon.

Berdasarkan aturan kegiatan pendidikan di daerah yang menerapkan PPKM Level 4 masih harus digelar secara daring. Kegiatan usaha pada sektor non esensial tetap menerapkan WFH 100 persen.

Kemudian pasar rakyat yang menjual barang kebutuhan sehari-hari bisa beroperasi dengan batas maksimal 50 persen hingga pukul 15.00 WIB. Warga bisa makan di warteg dengan waktu 30 menit maksimal 3 orang, kafe dan resto di dalam ruangan hanya menerima take away, kecuali yang memiliki tempat terbuka diizinkan dine-in maksimal 25 persen dari kapasitas.

Mal atau pusa peberlanjaan masih belum diizinkan dibuka. Selain itu tempat ibadah bisa difungsikan maksimal 50 persen atau maksimal 50 orang.

Sementara itu jumlah daerah yang menerapkan PPKM level 3 bertambah, yakni Kabupaten (kab) Kuningan, Kab Indramayu, Kota Banjar, Kab Pangandaran, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Karawang, Kab Tasikamalaya, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Depok, Kota Cimahi, Kab Bogor, Kab Bandung Barat, Kab Bekasi, Kab Bandung, dan Kab Sumedang.

Begitu pun dengan aturan yang berlaku untuk daerah yang menerapkan PPKM Level 3 yaitu:

1. Dapat melakukan PTM terbatas maksimal 50%, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, MALB maksimal 62 - 100 % (maksimum 5 peserta didik per kelas) dengan jaga jarak minimal 1,5 meter.
2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial berlaku 100% WFH (work from home).
3. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-har dapat beroperasi dengan batas maksimal 50% sampai pukul 15.00 WIB.
4. Maksimal makan di warteg 30 menit maksimal 25% kapasitas, kafe dan resto di dalam ruangan hanya menerima take away, kecuali yang memiliki tempat terbuka diizinkan dine-in maksimal 25% kapasitas, satu meja maksimal dua orang dengan batas waktu makan 30 menit.
5. Pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 20.00 WIB, syarat masuk tetap memakai aplikasi PeduliLindungi
6. Tempat ibadah bisa difungsikan maksimal 50% kapasitas atau maksimal 50 orang.

Selain itu, jumlah daerah yang menerapkan PPKM Level 2 juga bertambah. Kali ini Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut mendampingi Kabupaten Tasikmalaya di PPKM Level 2.

Ada sejumlah aturan yang berlaku untuk daerah yang menerapkan PPKM Level 2 yaitu:

1. Pembelajaran tatap muka (PTM) dengan maksimal kapasitas 50%, kecuali kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, MALB maksimal 62 - 100 % (maksimum 5 peserta didik per kelas) dengan jaga jarak minimal 1,5 meter.
2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial berlaku 50% WFH (work from home).
3. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-har dapat beroperasi dengan batas maksimal 75% sampai pukul 18.00 WIB.
4. Maksimal makan di warteg 30 menit maksimal 50% kapasitas, kafe dan resto di dalam ruangan diizinkan dine-in dengan maksimal pengunjung 40% dan maksimal makan di tempat 30 menit.
5. Pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 20.00 WIB, syarat masuk tetap memakai aplikasi PeduliLindungi.
6. Tempat ibadah bisa difungsikan maksimal 75% kapasitas atau maksimal 75 orang.

(mso/mso)