Cerita Anak Tukang Beras Garut Jadi Paskibraka HUT RI di Istana Merdeka

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 15:55 WIB
Cerita anak tukang beras di Garut jadi paskibraka di Istana Merdeka
Cerita anak tukang beras di Garut jadi paskibraka di Istana Merdeka (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Qyara Maharani Putri (17), pelajar asal Garut didaulat menjadi pembawa baki saat penurunan bendera di acara HUT RI ke-76 di Istana Merdeka.

Ditemui di Pendopo Garut, Senin (23/8/2021) siang, Qyara membagikan pengalamannya itu kepada awak media.

"Deg-degan banget karena kan bukan hanya nama saya yang dibawa, kan nama provinsi juga. Ada tanggungjawabnya jadi deg-degan. Tapi udahnya lega," ucap Qyara.

Pelajar kelas 11 di SMAN 1 Garut itu mengaku tak berani menatap mata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat dia menyerahkan sang saka selepas proses penurunan.

"Perasaan berhadapan dengan pak Jokowi deg-degan. Kata pelatih sama pembina jangan lihat matanya, karena kalau lihat matanya pasti gematar. Saya lihat lurus ke depan saja," ucap Qyara.

Qyara sendiri baru diberitahu akan menjadi pembawa baki bendera merah-putih dalam proses penurunan pagi hari menjelang upacara bendera.

Meskipun dadakan, anak penjual beras ini mengaku selalu siap karena sudah berlatih lama untuk mempersiapkan penampilannya pada momen tersebut.

"Waktu pagi sebelum pengibaran itu baru diumumkan tim mana yang akan jadi pengibar dan jadi penurunan," tutup Qyara.

Diganjar Beasiswa Pendidikan

Kepulangan Qyara disambut jajaran Forkopimda dipimpin Bupati Rudy Gunawan, Senin (23/8/2021) di ruang Pamengkang, Pendopo Garut, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Garut Kota.

Pantauan detikcom di lokasi, selain Bupati Rudy, Qyara juga disambut Kapolres AKBP Wirdhanto, Dandim Garut Letkol CZI Deni Iskandar, Kajari Garut Neva Sari Susanti dan Ketua DPRD Euis Ida.

Rudy mengatakan, Pemda mewakili warga Garut mengaku bangga kepada Qyara yang bisa mewakili Garut di Istana Merdeka.

"Kami sangat bangga kepada Qyara yang bukan hanya jadi wakil untuk Garut di Istana, tapi juga untuk Jawa Barat," kata Rudy kepada wartawan.

Rudy mengatakan, apresiasi diberikan berbagai pihak untuk Qyara. Sebagai penghargaan, Qyara akan diberi tabungan untuk biaya pendidikan.

"Tadi ada Rp 30 juta dari beberapa pihak untuk pendidikan. Itu dimasukan tabungan pendidikan," katanya.

Selain Qyara, Pemda Garut juga memberikan penghargaan kepada 6 paskibraka asal Garut lain yang menjadi pasukan pengibar bendera saat HUT RI ke-76 di tingkat provinsi.

(mud/mud)