36 Industri Sektor Esensial di Karawang Mulai Uji Coba WFO 100 Persen

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 12:01 WIB
Pekerja membuat spunpile untuk proyek tol Semarang-Demak dan Cibitung-Cilincing di PT Waskita Beton Precast Plant Karawang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Di Plant ini dibuat beton spunpile untuk proyel Tol Semarang Demak, Cilincing- Cibitung, Beton Girder untuk proyek Jakarta Cikampek 2 Selatan dan beton Tetrapod pengaman pantai untuk di eksport ke Singapura.
Pabrik (Foto: Agung Pambudhy)
Karawang -

Sesuai arahan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ada 36 industri sektor esensial di Karawang yang tengah diujicobakan penerapan Work From Office (WFO) 100 persen.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengungkapkan sesuai surat edaran dari Kemenperin ada 36 industri sektor esensial yang perlu ditinjau dalam uji coba penerapan WFO 100 persen.

"Jadi atas surat edaran Kemenperin, ada 36 industri sektor esensial diuji coba penerapan WFO 100 persen, dan kami juga telah lakukan peninjauan persiapan industrinya, untuk hari ini baru dua perusahaan, yang kami tinjau," kata Aep Syaepuloh usai peninjauan, pada Minggu (22/8/2021) malam.

Ia melanjutkan, dalam tinjauan ke perusahaan, pihaknya menekankan pengaturan mobilitas pekerja.

"Kami ingatkan ke perusahaan, untuk mengatur cara mobilitas pekerjanya, tidak bisa waktu yang bersamaan, contoh jam makan siang karyawan dibagi dari mulai jam 11.30 jam 12, dan 12.30, kemudian pengaturan jam pulang Karyawan misal di shift 1 dari jam 8 pagi, sampai jam 4 sore, dan lanjut masuk ke shift 2, pada jam setengah 5," terangnya.

Dikatakannya juga, perusahaan juga wajib memeriksa pekerjanya dengan aplikasi peduli lindungi.

"Jadi pekerja wajib scanning ke aplikasi peduli lindungi untuk mengetahui apakah sudah divaksin ataupun belum, sebagai syarat bisa menerapkan WFO," tuturnya.

Sementara itu, terkait pengawasan dalam aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 , Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menjelaskan telah berkoordinasi kepada tim satgas di kecamatan.

"Meski Karawang masuk PPKM Level 3, dan kasusnya melandai, kami tetap lakukan pengawasan, tidak berarti dikendorkan, seperti halnya di dua perusahaan yang kami tinjau, kami dari tim Satgas selalu menekankan penerapan prokes, penyediaan tempat cuci tangan, cek suhu, dan sarana prasarana pendukung lainnya dalam penanganan COVID-19," kata Aldi yang baru dua pekan menjabat sebagai Kapolres Karawang, menggantikan AKBP Rama Samtama Putra.

Sebelumnya, keputusan uji coba dikeluarkan oleh Kemenperin pada industri sektor esensial, terutama yang berorientasi ekspor dan domestik serta padat karya. Itu dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.

"Kami sedang melakukan uji coba pemberlakuan aktivitas industri yang tergolong dalam sektor esensial dengan kapasitas penuh atau 100%. Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sektor industri yang esensial hanya boleh beroperasi 50% dalam satu shift," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip detikcom dari keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021) lalu.

(mud/mud)