Cerita Pemburu 6 Hari Tersesat di Kaki Gunung Pangparang Sumedang

ADVERTISEMENT

Cerita Pemburu 6 Hari Tersesat di Kaki Gunung Pangparang Sumedang

Nur Aziz - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 18:33 WIB
Pemburu ini menceritakan pengalamannya 6 hari tersesat di kaki Gunung Pangparang
Cucu bersama ayahnya (Foto: Nur Aziz)
Sumedang -

Cucu Sunirman (38) warga Kampung Pasir Kaliki, RT/RW 014/012, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang ditemukan selamat oleh tim SAR Gabungan setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama 6 hari.

Cucu mengaku tersesat dari lokasi semula di kaki Gunung Pangparang, Kabupaten Sumedang hingga sampai Bukit Tunggul di Kabupaten Bandung Barat. Cucu yang sebenarnya sudah terbiasa menjelajah hutan ini, awalnya mengaku telah sesumbar dalam hatinya, bahwa ia ingin tahu seseram apa di dalam hutan antara Gunung Pangparang dan hutan Bukit Tunggul.

Dalam bahasa Sunda yang di translate ke dalam bahasa Indonesia, Cucu mengutarakan kejadian itu kepada detikcom.

"Saya awalnya dalam hati bilang 'Sok-lah ingin tahu seseram apa hutan antara gunung Pangparang sampai hutan Bukit Tunggul itu," ucap Cucu di rumahnya dengan ditemani kerabat dan keluarganya, Kamis (19/8/2021) sore.

Awalnya tidak ada sesuatu yang ganjil dirasakan Cucu saat berada di kebun milik orang tuanya yang berada di kaki Gunung Pangparang. Namun dari sejak ucapan itu, saat dirinya berangkat memasuki hutan, keanehan pun terjadi. Dalam alam pikirannya, dia seketika berhalusinasi seperti ada yang menuntunnya dan menariknya untuk lebih jauh lagi memasuki hutan tersebut.

"Jadi dalam alam pikir saya, saya merasa seperti ada yang menuntun untuk memasuki ke dalam hutan sampai sejauh itu," katanya.

Bahkan diakuinya, selama 6 hari di dalam hutan, Cucu tidak merasakan lapar ataupun lelah. Perbekalan yang dibawanya pun ia buang berikut senapan angin yang niat awalnya akan dipakai untuk berburu burung di dalam hutan tersebut.

"Perbekalan yang saya bawa, seperti beras, lauk pauk, saya buang di tengah hutan. Karena dalam pikir saya buat apa bawa perbekalan berat-berat termasuk senapan angin saya entah dimana," ungkapnya.

Selama di hutan, ia mengaku hanya menyisakan beberapa kopi renceng yang sesekali dimakannya sambil berjalan. Sementara untuk minumnya, ia hanya mengandalkan dari mata air yang disediakan hutan.

"Paling makannya itu, sesekali buka kopi sachet yang dimakan mentah-mentah, kalau minum dari air seke (mata air)," ujarnya.

Berdasarkan Google Maps, jarak dari Gunung Pangparang sampai Bukit Tunggul ada sekitar 20 Kilometer. Selama perjalanannya, diakui Cucu, ia merasa tidak ingin bertemu dengan manusia.

"Saat di Puncak Bukit Tunggul seperti ada tiga orang mahasiswa, tapi entah, ada perasaan seperti menolak untuk bertemu manusia," ujarnya.

Beruntung selama di dalam hutan, ia tidak bertemu dengan binatang buas. Namun dia mengaku sempat melihat monyet sejenis Oa.

"Kalau binatang buas tidak ada tapi kalau Oa saya sempat melihat," ucapnya.

Setelah pengembarannya di dalam hutan, Cucu kembali ke tempat semula yakni ke saung di kebun milik orang tuanya dalam kondisi seperti linglung. Hal itu diketahui oleh teman Cucu yang biasa menemaninya saat menjelajah hutan.

"Pagi-pagi saya biasa pergi berkebun karena kami kan petani kopi, kebetulan kebun saya tidak jauh dari kebun Cucu, saya kaget ketika melihatnya Cucu ternyata ada di Saung tapi kondisinya kok seperti orang bingung," ungkap Kurniadi (44) yang juga sedang berada di rumah Cucu.

Bahkan sesaat pertemuan itu, kata Kurniadi, Cucu malah menanyakan keberadaan adiknya dengan maksud ingin mengajaknya pergi ke Gunung Palasari yang jaraknya justru lebih jauh dari Bukit Tunggul. Namun, ia mencoba membujuknya beristirahat sambil ia menghubungi teman-temannya dan tim SAR Gagungan.

"Setelah teman-teman yang lain dan tim SAR gabungan datang Cucu pun akhirnya pulang ke rumahnya," ungkapnya.

Keanehan yang dialami Cucu sempat dimimpikan oleh ayahnya selama dua hari berturut-turut. Dalam mimpinya ia melihat anaknya berada di dalam goa yang tertutup oleh asap tebal.

"Dua hari bapak mimpi anak saya di dalam goa tapi banyak asapnya," kata Rustandi (67).

Kini, ia pun bersyukur bahwa anaknya sudah kembali dan berkumpul bersama keluarga. "Awalnya was-was karena biasanya paling satu hari nginapnya tapi ini sampai 6 hari," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan dan warga berupaya melakukan pencarian dari sejak adanya kabar atas menghilangnya Cucu.

Seperti diberitakan, Cucu Sunirman (38), warga Kampung Pasir Kaliki, RT/RW 014/012, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang dilaporkan hilang di Kaki Gunung Pangparang.

Cucu dilaporkan hilang sejak kepergiaannya pada Sabtu (14/8/2021) pagi yang pamit hendak pergi ke kebun orang tuanya sambil dilanjutkan dengan berburu burung di dalam hutan sekitaran Gunung Pangparang.

(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT