Garis Polisi Dipasang di Area SD Sukabumi yang Ambruk

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 13:39 WIB
Lima ruang kelas di SDN Kerenceng, Kabupaten Sukabumi, ambruk. Hujan deras dan angin kencang diduga menjadi penyebab ambruknya ruang kelas sekolah itu.
SD di Sukabumi ambruk (Foto: Syahdan Alamsyah/Detikcom)
Sukabumi -

Sejumlah anggota Polsek Cidahu Resor Sukabumi memasang garis polisi di area gedung SDN Kerenceng. Sejumlah kelas di sekolah tersebut ambruk pada Rabu (18/8) sore.

Terlihat Kapolsek Cidahu, Iptu Ahmad Suryana dan Kanit Reskrim Polsek Cidahu Aipda Hersan S bersama Bripka M Enuh memasang garis polisi di tiang penyangga depan kelas yang ambruk. Polisi menyebut pemasangan garis itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Di lokasi sendiri terlihat sejumlah guru dan penjaga sekolah mulai mengevakuasi buku-buku pelajaran dan barang berharga milik sekolah lainnya yang tertimpa material bangunan dan kayu pasca ambruknya bangunan sekolah mereka.

"Insyaallah rencana hari ini dari dinas pendidikan datang ke sini. Harapan kami mudah-mudahan segera tertangani," kata Camat Cidahu Ery Erstanto Y, Kamis (19/8/2021).

Ery mengatakan awalnya pihaknya menduga hanya empat bangunan ruang kelas saja yang ambruk. Namun saat diperiksa lebih jauh ternyata ada lima kelas yang terdampak.

"Awalnya kami kira hanya empat, namun ternyata lima karena (konstruksi) baja ringan saling bertautan. Nanti lihat aja bagaimana pengecekannya," ucap Ery.

Pihak kecamatan, menurut Ery, tidak tinggal diam. Saat ini, kata dia, pihak sekolah tengah mencari solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak mengalami kendala.

"Mencari lokasi sementara karena pembangunan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jangan sampai terkendala anak-anak sudah semangat tahunya begini," ujar Ery.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras dan angin kencang diduga menjadi penyebab ambruknya lima ruang kelas milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kerenceng di Desa Pondokkaso Tengah, Kabupaten Sukabumi. Sekolah ini baru buka kegiatan belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19.

Insiden kelas ambruk itu berlangsung Rabu (18/8) sore. Ambruknya bangunan tersebut membuat kecewa ratusan pelajar yang belum sepekan ini menikmati belajar tatap muka. Sekadar diketahui, paras siswa selama ini belajar secara online.

"Jumlah siswa keseluruhan 210 anak, memang sudah masuk mulai belajar tatap muka sejak 4 hari yang lalu. Karena kejadian begini terpaksa dirumahkan lagi," kata Kepsek SDN Kerenceng Yusuf Bayani.

Simak video 'Duh! Baru Buka Belajar Tatap Muka, Atap Sekolah di Sukabumi Ambruk':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/bbn)