Luhut Ingatkan Bupati Bogor Tambah Fasilitas Isolasi Terpadu

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 14:37 WIB
Menteri Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau pelaksanaan vaksinasi di GOR Pakansari Bogor. (Foto: dok.Pemkab Bogor)
Kabupaten Bogor -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung vaksinasi remaja di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor. Di hadapan warga, Luhut menyebut betapa pentingnya vaksinasi dan tempat isolasi terpadu (isoter) untuk meminimalisir kemungkinan kematian akibat COVID-19 varian delta.

"Jadi saya hanya titip beberapa hal. Pertama, vaksin ini sangat penting. Kenapa? Orang yang masih kena oleh delta varian, tapi sudah disuntik vaksin, kemungkinan meninggalnya itu kecil, jadi nol koma sekian persen. Tapi orang yang belum suntik itu kemungkinan meninggalnya tinggi," kata Luhut, Sabtu (24/8/2021).

"Dan rata-rata yang meninggal itu kebanyakan belum disuntik. Kalau ada yang meninggal itu sesudah disuntik, rata-rata punya komorbid atau dibawa ke rumah sakitnya terlambat," ucap Luhut menegaskan.

Dalam kunjungannya, Luhut dan Budi didampingi oleh Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Danrem 061 Brigjen Achmad Fauzi dan Kapolres Bogor AKBP Harun. Selain soal pentingnya vaksinasi, Menko Luhut juga meminta Pemkab Bogor menambah fasilitas isoter agar meminimalisir pasien menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Yang kedua saya titip, pengalaman kami keliling ke Jogja, Kulonprogo, Sleman, Magelang, Solo, lihat di Malang, Bali, semua di sana kita lihat bersama pak Menteri Kesehatan, kelemahan kita yang paling utama adalah karena isoman di rumah terlalu banyak," ucapnya.

"Jadi kalau kena (terpapar COVID-19), paling bagus itu masuk isoter, karena di isoter itu semua ada. Dokter ada, makannya bagus, obatnya cukup, pemeriksaan-pemeriksaan lainnya bagus, sehingga 99,9 persen yang masuk isoter itu sembuh," ujar Luhut menambahkan.

Berdasarkan data di Pemkab Bogor, saat ini sebanyak 51 persen dari total pasien positif COVID-19 di Kabupaten Bogor tengah menjalani isoman. Sebagiannya dirawat di rumah sakit, dan hanya 0,7 persen yang berada di isoter.

"Saya kira nanti saya minta ibu Ade (Bupati Bogor) supaya menambah lagi (tempat isoter), karena dari data yang diberikan ke saya, bahwa yang isoman itu tinggi sekali, 51 persen, isoter itu kecil hanya 0,7 persen. Kasus aktif di Bogor masih 1.378. Kasus banyak juga nggak masalah, asalkan ditangani. Jadi testing-tracing itu penting," tuturnya.

"Fasilitas isoter ini perlu ditambah. Tadi kami meminta bu Ade dibikin 700 tempat tidur, supaya nanti cari tempat yang baik, apakah hotel atau gimana, sehingga semua terurus dengan baik," kata Luhut.

Selain itu, dia meminta masyarakat agar tidak menjadikan COVID-19 sebagai aib. "Jadi bapak ibu sekalian, jangan pikir (COVID-19) ini aib. Anak cucu saya juga sudah kena, anak saya yang di Kopassus pun kena, jadi COVID-19 ini bukan aib. Bisa kena siapa saja, oleh karena itu kita harus hati-hati," ujar Luhut.

(bbn/bbn)