Cerita Saksi Kaget Tanahnya Jadi Jaminan di Kasus Korupsi Masker Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 17:19 WIB
Sidang Kasus Korupsi Masker di Banten
Foto: Sidang korupsi masker di Banten (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Serang -

Salah satu saksi di kasus korupsi masker COVID-19 bernama Rojali mengaku kaget sertifikat tanahnya dijadikan jaminan oleh terdakwa Agus Suryadinata. Sertifikat diserahkan oleh Agus Suryadinata ke Dinas Kesehatan Banten untuk menutupi kerugian negara.

Tanah Rojali ini ada di Cikeusik Pandeglang di lahan pasar seluas 5 ribu meter persegi yang nilainya Rp 1,9 miliar. Tanah itu disepakati akan dibeli oleh terdakwa Agus. Karena saling kenal, saksi menyerahkan sertifikat dengan jaminan akan dibayar.

"Karena saya dekat, cuma sayang Pak Agus membohongi bahwa itu sertifikat mau dibeli sama dia ternyata dijaminkan ke Dinas Kesehatan tanpa sepengetahuan saya, karena tanah warisan keluarga, saya akan melakukan gugatan," kata Rojali di Pengadilan Tipikor Serang di hadapan majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo, Serang, Kamis (12/8/2021).

Sertifikat yang ia serahkan belum ada cicilan sama sekali dari terdakwa Agus termasuk belum ada peralihan hak. Ia kenal dengan terdakwa karena rumahnya yang mendesain dan membangun dengan biaya Rp 1 miliar.

"Saya mengerjakan rumah Pak Agus itu pertengahan tahun 2020, dari rumah tidak layak huni jadi dua lantai," ujarnya.

Terdakwa katanya, sama sekali tidak menyebut bahwa sertifikatnya dijadikan jaminan ke Dinkes karena korupsi masker.

Saksi sebelumnya bendahara keuangan di Dinas Kesehatan bernama Neneng Kartika Candra cerita bahwa begitu ada kerugian pengadaan masker. Penyedia berjanji menyetor kelebihan pembayaran. Tapi, pembayaran itu terhenti begitu ada setoran Rp 100 juta. Tiba-tiba, penyedia menyerahkan menyerahkan dua sertifikat sebagai jaminan.

"Pertama tanah atas nama Rojali, ibu Lia ngasih lagi tapi nggak ada tanda serah terimanya atas nama Irma," ujar Neneng.

Kasus korupsi masker COVID-19 merugikan negara Rp 1,6 miliar lebih. Masker dibeli Pemprov Banten yang harganya sudah dimark up dari Rp 70 ribu ke Rp 220 ribu. Tiga orang jadi terdakwa yaitu PPK Dinkes Lia Susanti, Direktur PT Right Asia Medika (RAM) Wahyudin Firdaus dan Agus Suryadinata.

(bri/mso)