Beda Data Pemprov-Pemkab Soal Angka Kematian Akibat Corona di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 15:20 WIB
Poster
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien COVID-19. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Garut -

Kabupaten Garut kembali masuk PPKM Level 4 yang sebelumnya sempat turun ke Level 3 akibat angka kematian akibat COVID-19 tinggi. Angka kematian akibat COVID-19 di Garut diketahui mencapai 4,7 persen. Pemkab mengklaim bahwa Garut masuk PPKM Level 4 karena ada keterlambatan input data yang dilakukan Pemprov Jabar.

Sekda Garut Nurdin Yana mengatakan Garut masuk Level 4 lantaran tingginya angka kematian akibat Corona. Padahal, pada Juli 2021, angka kematian di Garut jauh menurun dibanding Juni.

"Kita itu mungkin karena delay ya, jadi kita masuk Pikobar, Pikobar menyelesaikannya. Mohon maaf terlambat, sehingga kondisi ini lah yang menjadikan pemberat kita masuk Level 4," kata Nurdin.

Menurut dia, jika dilihat dari beberapa aspek, saat ini telah terjadi penurunan penyebaran virus COVID-19 di Garut sepanjang periode Juli. "Memang leveling itu kan yang menentukan pusat, padahal kalau dari sisi rate peningkatan terkait keterpaparan, sebenarnya kita relatif turun. Hampir di kisaran 47 persen (penurunan)," ucap dia.

"Kemudian tingkat BOR. BOR juga sangat kecil sekarang. Kemarin di kisaran 25-an kalau enggak salah ya. Apalagi dua isoter (tempat isolasi terpadu) kita sudah hilang. Dari sisi keterpaparan, kita sudah aman," tutur Yana menambahkan.

Kabid P2P Dinkes Garut Asep Surahman mengatakan angka kematian tertinggi di Garut terjadi pada Juni. "Angka kematian itu terjadi pada Juni karena saat itu terjadi outbreak. Saat itu kasus naik enam kali lipat. Otomatis banyaknya kasus berdampak pada kebutuhan bed di RS," ucap Asep.