Sungai Cikaso Diduga Tercemar Asam Sulfat, DLH Sukabumi Turun Tangan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:03 WIB
Penampakan Sungai Cikaso Sukabumi yang tercemar asam sulfat
Penampakan Sungai Cikaso Sukabumi yang tercemar asam sulfat (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sebuah pabrik penghasil bentonit di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi diduga mencemari aliran Sungai Cikaso. Ramai disebut warga, limbah yang dibuang mengandung H2SO4 atau Asam Sulfat.

Ramainya kabar tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mendatangi lokasi pabrik. Hasil pengecekan, aliran Sungai Cikaso dilaporkan sudah kembali jernih pasca dugaan pembuangan limbah tersebut.

"Tim kami sudah ini ya dengan perusahaan tersebut, kemudian saat ini sungainya sudah jernih kembali sudah bagus. Kemudian itu juga mau melaporkan seluruh aktivitas yang kemarin, kita belum bisa ini ya laporannya hari ini akan disampaikan," kata Dedah Herlina, Kepala DLH Kabupaten Sukabumi kepada detikcom, Kamis (5/8/2021).

Dedah mengatakan perusahaan tersebut bergerak di bidang penghasil Bentonit. Terkait informasi hasil pengecekan Dedah mengaku belum bisa menjelaskan secara gamblang dan menunggu informasi dari timnya yang berada di lapangan.

"Bentonit ya, (soal informasi) ini saya belum mendapat informasi yang lengkap. Namun tim kami memang mau ke lapangan untuk melihat langsung, foto-foto sudah dikirim terkait kondisi hari ini," sambung dia.

Kabar soal dugaan pencemaran itu diunggah akun media sosial Facebook Farydz, ia mengunggah sejumlah video saat warga mendatangi pabrik karena keberatan ada limbah yang diduga dibuang oleh perusahaan tersebut.

"Silahkan untuk DLH(dinas lingkungan hidup)kami yg terdampak limbah h2so4.sudah jelas ini melanggar AMDAL karena pt clariant tak mampu mengolah limbah sehingga di gelontorkan ke sungai cikaso...sampai kapan kami punya generasi yg cerdas jika tiap jam dan menit kalian racun...kami yg terdampak dua desa yaitu ds neglasari dan desa bantarpanjang...yg kami inginkan sebagai masyarakat bagaimana proses pertanggungjawaban anda dari pihak PT clariant..kalian jangan tidur kalo masalah ini berlarut larut kami akan membawa basis yg lebih besar untuk proses pertanggung jawaban anda dari pihak pt," tulis Farydz.

Dihubungi detikcom, pria bernama Farid itu membenarkan unggahan soal kalimat jenis limbah yang dibuang justru berasal dari orang di perusahaan tersebut. Ia juga menyebut ada warga dari dua desa yang terdampak langsung pencemaran.

"Desa Neglasari dan Bantarpanjang, kemarin mempertanyakab soal pencemaran itu langsung ke pihak pabrik. Penjelasan sari pihak pabrik posisi limbahnya dibuang dari pihak perusahaan (karena) ada kebocoran sistem katnya," ujarnya kepada detikcom.

Menurut Farid, perusahaan itu diduga tidak memiliki pengolahan limbah yang baik sehingga membuang langsung limbah ke sungai. Ia juga mendapat informasi ada warga yang kulitnya melepuh usai berwudhu menggunakan air dari Sungai Cikaso.

"Disini tidak ada pengolahan tapi langsung dikucurkan ke Sungai Cikaso, kemarin pas puncaknya karena mungkin ada gerimis perkiraan hujan akhirnya dibuang itu perkiraan sekitar jam 03.00 WIB malam. Limbah menyebar sampai ke dua desa terutama ke kedusunan saya ya kedusunan 4 Desa Bantarpanjang, di kedusunan Ciomas bahkan warga terdekat perkiraan 2 atau 3 kilometer ada yang melepuh dan bintik merah dikulit usai ambil wudhu," jelas Farid.

Bukti lain adanya pencemaran disebut Farid seiring adanya imbauan tidak menggunakan aliran sungai sampai benar-benar steril yang dikeluarkan tiap kedusunan.

"Ada imbauan untuk tidak menggunakan air sungai satu hingga dua hari ke depan. Sebelum ada sterilisiasi, imbauan dikeluarkan oleh para kadus. Jadi dari pihak perusahaan itu mengcover melalui desa masing-masing untuk menginformasikan kepada kadus di setiap kedusunan untuk memberi imbauan agar jangan menggunakan Sungai Cikaso," kata Farid.

"Yang memberikan penjelasan (soal limbah yang dibuang) berupa H2SO4 ini orang PT sendiri, tapi saya kan ga paham soal kimia, yang saya tahu itu bersifat korosif," sambung dia.

(sya/mud)