Jabar Banten Hari Ini: Protes Berdarah Pimpinan AKAR-Elit Partai Mejeng di Baliho

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 21:44 WIB
Seorang pria diduga mencoba bunuh diri di depan Balai Kota Bandung
Foto: Pimpinan AKAR mencoba bunuh diri di depan Balkot Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Sejumlah peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat dan Banten hari ini, Rabu (4/8/2021). Peristiwa hari ini dibuka dengan gadis yang bernasib mujur usai mem-viralkan 'pria nasi padang goceng' di Garut.

Kemudian Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan tanggapannya terkait alokasi sebesar Rp 600 juta untuk biaya sewa helikopter wakilnya. Dilanjutkan, dengan baliho para petinggi partai yang mulai mejeng di sejumlah ruas jalan di Jawa Barat.

Terakhir ada kejadian yang memilukan menjelang malam, seorang pria yang diketahui merupakan pimpinan Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar melakukan percobaan bunuh diri di dekat Kantor Pemkot Bandung. Diduga aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kebijakan pemerintah.

Apa saja yang terjadi di Jabar-Banten Hari ini, berikut ulasannya:

Diduga Protes PPKM, Pimpinan AKAR Jabar Coba Bunuh Diri

Aksi nekat Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar berinisial GB melakukan percobaan bunuh diri di depan Gerbang Barat Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (4/8/2021) siang, diduga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan PPKM level 4 yang sangat memberatkan para pengusaha kafe dan restoran.

GB ditemukan terkapar di tengah jalan dengan luka di leher dan perut Kibat sayatan senjata tajam. GB yang mengenakan kemeja putih dan jeans, juga membawa bendera putih bergambar Logo AKAR Kota Bandung.

Dugaan motif aksi percobaan bunuh diri GB, terungkap dalam rekaman suaranya sebelum melakukan aksi percobaan bunuh diri yang tersebar di Whatsapp Group (WAG) di kalangan jurnalis Kota Bandung.

Dalam rekaman itu, GB menyatakan kecewa dengan sikap Pemkot Bandung yang mengikuti pemerintah pusat. "Bahkan yang saya harapkan selaku wakil ketua, kemarin kita mediasi dan Kang Yana (Wakil wali kota-red) siap pasang badan. Dan sesalkan bahwa pemkot tak berani ambil tindakan tepat," ujar GB.

GB lalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya merupakan perjuangan terakhir. "Jika perjuangan terakhir ini saya lakukan, semoga keinginan kita yang kita tuangkan di sehelai kertas dapat diizinkan, dapat dizinkan pemkot. Saya sudah tak kuat dengar keluhan teman-teman. Mohon maaf belum bisa berikan terbaik. Percaya ini pengorbanan terbaik," katanya.

Menurutnya apa yang diminta para pengusaha kafe dan restoran hanyalah bisa melayani dine in. "Wartawan saya ingin dine in saja, tak ada lainnya," ujar suara yang diduga kuat suara GB.

Soal rekaman yang tersebar ini, polisi belum memberikan komentarnya. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo hanya membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri tersebut.

Sementara itu GB dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Kondisi pasien secara umum sadar, stabil tanpa menggunakan bantuan oksigen dan masih dalam observasi sangat ketat," kata Koordinator Pelayanan Medik RSHS Bandung Zulvayanti melalui keterangan tertulis.

Aksi dugaan percobaan bunuh diri ini dilakukan GB di Jalan Wastukencana atau depan Balai Kota Bandung yang juga kantor Wali Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). Dari informasi yang dihimpun, kejadiannya berlangsung pukul 13.00 WIB.

Belakangan diketahui bahwa GB ini pengurus AKAR Jabar. Identitas tersebut terungkap setelah petugas PMI Kota Bandung menunjukkan foto KTP milik korban.

Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar berinisial GB dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung usai melakukan percobaan bunuh diri di depan Kantor Pemkot Bandung, Rabu (4/8/2021).

Koordinator Pelayanan Medik RSHS Zulvayanti mengatakan, GB dibawa ke IGD RS sekitar pukul 13.45 WIB oleh PMI Kota Bandung. Ia didiagnosa mengalami trauma tusuk di perut dan luka tusuk di area leher.

"Ada kecurigaan percobaan bunuh diri, saat ini kondisi pasien secara umum sadar, stabil, tanpa menggunakan bantuan oksigen dan masih dalam observasi secara ketat," ujar Zulvayanti dalam keterangan resmi yang diterima detikcom.

Ia mengatakan, saat ini kondisi pendarahan di bagian luar pasien telah tertangani dengan balut tekan dan dipasangi infus. Selain itu, GB juga telahdberikan obat-obatan anti nyeri.