Sidang Dugaan Korupsi Masker, Saksi Ungkap Peran Kadinkes Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 17:15 WIB
Sidang Dugaan Korupsi Masker di Banten
Persidangan kasus korupsi masker COVID-19 di Banten. (Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Saksi di sidang perkara dugaan korupsi markup 15 ribu masker COVID-19 Provinsi Banten mengungkapkan bahwa penawaran dari pihak PT Right Asia Medika (RAM) mengaku atas perintah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti. Hal itu berdasarkan WhatsApp yang disampaikan terdakwa Agus Suryadinata kepada saksi Khania Ratnasari.

Khania dihadirkan sebagai saksi. Dia merupakan Kasi Kefarmasian dan Pangan di Dinkes Banten, sekaligus menjabat sebagai Tim Pendukung Teknis PPK. PPK dijabat oleh terdakwa Lia Susanti. Pada sekitar 16 April ia mendapatkan WhatsApp dari terdakwa Agus soal penawaran masker atas perintah kepala dinas.

"Waktu itu pak Agus WhatsApp saya, saya nggak tahu pak Agus dapat nomor saya dari mana. Beliau Whatsapp saya menawarkan barang dan menghubungi saya atas perintah ibu Kadis," ujar Khania saat bersaksi di persidangan atas terdakwa Agus dan Wahyudin Firdaus dari PT RAM di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (4/30/2021).

Di depan majelis hakim, ia mengatakan di WhatsApp itu ada kata-kata perintah dari Kadinkes. Penawaran yang dilakukan terdakwa Agus dari PT RAM itu awalnya adalah masker jenis N95.

Setelah menyampaikan WhatsApp berisi perintah dari Kadinkes, terdakwa Agus katanya lalu memberikan berkas penawaran dan ia titipkan ke Kepala Dinas beserta profile perusahaan.

"Penawaran saudara Agus saat itu memberikan berkas untuk dititipkan ke kadis mengenai barang masker N95 beserta company profile yang dibawa saudara Agus," ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo.