Pipa Minyak di Indramayu Bocor, Pertamina Lakukan Perbaikan

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 15:58 WIB
Petugas perbaiki pipa minyak Pertamina yang bocor.
Foto: Petugas perbaiki pipa minyak Pertamina yang bocor (Istimewa).
Indramayu -

Pipa milik Pertamina EP Zona VII Cemara yang berada di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami kebocoran. Pertamina telah menangani dan menutup kebocoran pipa tersebut.

Dalam keterangan yang diterima detikcom, Kapolsek Terisi Iptu Hendro Ruhanda melalui Kanit Reskrim Polsek Terisi Bripka Wahyudin mengatakan kebocoran pipa terjadi sebanyak empat kali secara bertahap. Pertama terjadi pada 15 Juli dengan total kebocoran di tiga titik. Kemudian, 28 Juli dan 2 Agustus, masing-masing dua dan satu titik pipa yang bocor. Terakhir pada Selasa (3/8/2021) kemarin, sebanyak satu titik kebocoran.

"Semua titik yang bocor sudah tertangani dan diklaim oleh pihak Pertamina. Kita sudah berkoordinasi dengan Humas Pertamina EP terkait pengawasan dan pemeliharaan jalur pipa di area tersebut," kata Wahyudin.

Sementara itu, Senior Manager Relations Pertamina EP Agus Suprijanto mengaku langsung melalukan penanganan setelah mendapatkan laporan kebocoran pada 2 Agustus kemarin. Agus mengatakan pipa yang bocor berfungsi mentransfer minyak dari sumur Stasiun Pengumpul (SP) TGB 1 menuju Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara melintasi area persawahan.

"Saat ini titik kebocoran sudah berhasil ditutup dan aliran minyak kembali normal dengan kembali dioperasikannya pompa transfer. Sedangkan proses pembersihan terus berlangsung intensif di bawah komando tim Produksi Onshore selaku On Scene Commander. Alhamdulillah proses bisa berjalan cepat dengan dukungan dari para petani sekitar," kata Agus.

Agus menegaskan Pertamina EP akan terus memonitor kondisi pipa dan memastikan tingkat keamanan sesuai dengan prosedur. "Pendataan area sawah yang terdampak juga akan dilakukan dengan melibatkan penggarap lahan beserta pemerintah desa setempat," kata Agus.

"Bagi Pertamina EP, keselamatan dan juga lingkungan merupakan prioritas utama pada setiap kegiatan operasional. Kami juga memiliki standar prosedur penanganan dalam menjaga kehandalan fasilitas, sehingga dampak yang timbul dapat diminimalkan," kata Agus menambahkan.

(mso/mso)