Obat Tradisional Ilegal Senilai Rp 850 Juta Hendak Diedarkan di Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 17:00 WIB
Obat Tradisional Ilegal di Jabar
BBPOM Bandung menggagalkan peredaran obat tradisional ilegal. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Penyidik Balai Besar POM (BBPOM) Bandung menggagalkan peredaran obat tradisional di Jabar. Obat-obatan tradisional tersebut ilegal lantaran dipasarkan tanpa izin edar.

"Kita melakukan penghentian peredaran obat tradisional tanpa izin edar," ucap Kepala BBPOM Bandung Susan Gracia Arphan di kantor BBPOM Bandung, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Selasa (3/8/2021).

Toko dan gudang penyimpanan tersebut berada di Tasikmalaya. Tim yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi dan menyita barang-barang obat tradisional tersebut.

"Ditemukannya di sebuah distributor. Ada satu orang tersangka lagi tahap penyidikan," ucap Susan.

Obat Tradisional Ilegal di JabarObat tradisional ilegal yang disita BBPOM Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Adapun obat-obatan tradisional yang ditemukan berupa obat asam urat dan flu tulang kapsul 270 boks, asamulin kapsul 600 boks, Chang San serbuk 270 boks, Wan Tong pegal linu kapsul 4.200 boks, tawon serbuk 600 boks, Shen Ling asam urat serbuk 400 boks, ricalinu 120 boks, Wan Tong pegal linu serbuk 100 boks, Xian Ling kapsul 300 boks, Xian Ling serbuk 270 boks dan Tawon Klanceng 2.532 botol.

"Ini temuannya sekitar Rp 850 juta dan kami akan melakukan tindakan lanjut sesuai tahapan projustisia. Rencana diedarkan di seluruh Jawa Barat," kata Susan.

Susan menuturkan dengan adanya temuan tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat lebih waspada akan peredaran obat herbal tradisional. Terlebih saat masa pandemi ini, banyak masyarakat yang mencoba menggunakan obat tradisional untuk kesembuhan.

"Di sini kami mengimbau kepada masyarakat terutama di masa pandemi berhati+hati konsumsi obat-obatan. Kalau obat keras harus resep dokter, kalau obat tradisional yang sudah ada izin edar Badan POM dan juga hati-hati terhadap obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat karena membahayakan kesehatan seperti pencernaan, jantung, ginjal. Kalau masyarakat nggak sehat bahaya rawan di masa pandemi," tutur Susan.

(dir/bbn)