Bukukan Investasi Rp 72,46 T, Jabar Serap 58 Ribu Tenaga Kerja

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 20:59 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung -

Pemprov Jawa Barat (Jabar) membukukan Rp 72,46 triliun dari realisasi investasi pada Semester I Januari - Juni 2021. Dengan raihan ini Jabar telah merealisasikan 56,90% dari target 127,34 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM RI.

Realisasi investasi PMA dan PMDN di Jabar pada semester pertama 2021 telah naik sebesar 25,17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Juni 2020 total realisasi investasi di Jabar sebesar Rp 57,89 T.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara mengatakan, realisasi penanaman modal ini memberikan dampak positif di tengah pandemi, yakni terbukanya lapangan kerja.

Tercatat, ada 58.113 tenaga kerja yang terserap dari realisasi investasi yang dicapai. Rinciannya dari penanaman modal asing (PMA) yang sebesar Rp 44,27 triliun terserap 34.491 tenaga kerja dari 3.748 proyek PMA.

Kemudian dari realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sebesar Rp 28,19 triliun terserap 23.622 tenaga kerja dari 4.966 proyek yang dibuka. "Selama pandemi kami terus memberikan pelayanan terbaik, mudah-mudahan target seluruhnya tercapai," tutur Noneng dalam keterangan resminya, Senin (2/8/2021).

Noneng mencatat penyerapan tenaga kerja perusahaan PMDN di Provinsi Jawa Barat pada periode Januari-Juni 2021 (yoy) mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 120,93%.

Hal ini mendorong kenaikan penyerapan tenaga kerja secara total yaitu sebesar 24,98%. "Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat pada Januari - Juni 2021, mengalami kenaikan sebesar 25%," katanya.

"Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai akhir tahun, karena kami terus mengawal dari minat, perizinan sampai realisasi di lapangan," ujar Noneng.

DPMPTSP Jawa Barat sendiri memastikan berbagai daya upaya dilakukan agar investasi ke Jawa Barat masih juara dibanding provinsi lain. Menurutnya selain terus melakukan promosi via daring, sistem perijinan yang makin mudah, juga adanya kawasan-kawasan investasi baru yang mampu menarik minat investor.

Dari realisasi investasi semester I/2021 terdapat 5 kota/kabupaten dengan realisasi investasi terbesar, Kabupaten Bekasi Rp. 23,3 Triliun, Kabupaten Karawang Rp. 13,8 Triliun, Kota Bandung Rp. 8,0 Triliun, Kabupaten Bogor Rp. 6,1 Triliun, Kabupaten Subang Rp. 3,8 Triliun, dan Kota/Kabupaten Lainnya Rp. 17,5 trilun.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ekonomi di Jawa Barat secara makro masih menunjukan harapan positif lewat kinerja investasi dan perdagangan luar negeri. Menurutnya dalam dua sektor tersebut Jawa Barat masih unggul dibanding provinsi lain.

"Kita masih nomer satu urusan investasi, ekspor juga naik 17 persen, menandakan dari sisi makro ekonomi Jabar performanya masih baik," ujar Ridwan Kamil.

(yum/mud)