Kasus Dugaan Penodongan Pistol Mantan Cabup Tasikmalaya Berakhir Islah

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 20:38 WIB
Kasus penodongan pistol yang dilakukan mantan Cabup Tasik berakhir islah
Kasus penodongan pistol yang dilakukan mantan Cabup Tasik berakhir islah (Foto: Deden Rahadian)
Tasikmalaya -

Kasus pelaporan dugaan penodongan pistol yang dilakukan mantan Cabup Tasikmalaya berakhir Islah. Proses Islah dilakukan di Kantor Polsek Sukarame.

"Alhamdulillah berujung Islah pak kasus yang terjadi minggu kemarin. Baik pak Cep zam zam maupun warga sepakat islah. Toh mereka kan warga kami juga."Kata Ipda Hajar Sutiar, Kapolsek Sukarame, Di Kantornya senin malam.

Islah dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak yang berselisih. Selain menyadari kesalahan masing -masing, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan dan tidak saling mengajukan tuntutan.

"Ujungnya islah karena gak ada yang dirugikan. memang saya sama anggota upayakan fasilitasi keduanya untuk islah karena tidak saling menuntut dan tidak ada yang merasa dirugikan."Tambah Hajar.

Seorang tukang galon melaporkan mantan Calon Bupati Tasikmalaya, Cep Zam Zam Dzulfikar ke polisi, Senin (02/08/21). Pelapor bernama Sesep Muhammad Aria Santana (21) itu mengaku ditodong Cep Zam Zam pakai pistol.

Sesep menuturkan peristiwa penodongan pistol ini terjadi di Jalan Kampung Sirnagalih RT 24 RW 09 Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame, Minggu (01/08/21). Keduanya sempat terlibat cekcok di jalan.

"Saya laporkan kejadian yang saya alami. Jadi motor saya nyaris kesenggol mobil pak Cep Zam zam, saya kesal ngomong kata-kata kasar. Saya dipanggil, balik ke sana, pas ke sana si bapak itu nodong saya ke dada dan nembakin senjata ke atas. lalu nendang ban depan motor saya," jelas Sesep saat melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, Cep Zam Zam membantah tuduhan menodongkan senjata api ke arah tukang galon. Ia mengaku hanya menembakan peluru karet ke udara satu kali.

Aksinya melepaskan tembakan ke udara hanya spontanitas karena merasa terancam.

"Saya tidak nyangka akan berbuntut panjang. Karena saya rasa tidak ada yang dirugikan. Saya tidak dirugikan, dia pun tidak dirugikan. Saya gak nodong dia, kalau letupkan senjata ke udara iya. Jadi buat bela diri saya tadinya karena dia mengancam keselamatan saya." ungkap Zamzam.

(mud/mud)