Usai Saling Sindir di Medsos, Dadang-Sahrul Gunawan Tampil Bareng Lagi

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 20:25 WIB
Dadang-Sahrul kembali muncul di publik bersama usai diisukan pecah kongsi
Dadang-Sahrul kembali muncul di publik bersama usai diisukan pecah kongsi (Foto: Dok Humas Pemkab Bandung)
Bandung -

Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Sahrul Gunawan muncul bersama pada hari ke - 99 masa kerja mereka. Tampil bersama tersebut merupakan yang pertama kali setelah mereka diisukan pecah kongsi.

Mereka sempat dikabarkan pecah kongsi usai saling sindir di media sosial. Isu itu hadir jelang usia kerja mereka belum menginjak 99 hari.

Dengan mengenakan setelan jas serba hitam dilengkapi kopiah Dadang didampingi oleh Sahrul Gunawan saat membuka acara Penghargaan Bedas Award, 99 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (2/8/2021).

Kekompakan mereka pun nampak terlihat pula saat pelantikan Sekretaris Daerah Cakra Amiyana. Dadang, Sahrul dan Cakra nampak kompak berfoto bersama usai pelantikan. Foto tersebut pun diunggah dalam akun Instagram Dadang @kang.dadangsupriatna.

Dalam acara tersebut, Bupati Bandung menyinggung soal kekompakan serta kesolidan dalam bekerja membangun pemerintahan.

"Mari kita selalu berpikir positif. Saya selaku Bupati bersama Aa Sahrul selaku Wakil Bupati, memberikan kepercayaan penuh kepada seluruh PD. Saya harap, kekompakan ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan," ujar Dadang seperti dalam rilis yang diterima detikcom.

Bupati mengatakan dalam dunia pemerintahan, bupati dan wabup masing-masing memiliki tugas yang berbeda ketika pelaksanaan. Meski begitu, mereka berdua memiliki misi dan visi yang sama.

"Insyaa Allah kami sudah sepakat, dalam 5 tahun ke depan akan bersama-sama membangun Kabupaten Bandung menuju ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi," tuturnya.

Di pihak lain, Sahrul mengungkapkan permintaan maaf menyoal curhatannya di media sosial yang memancing isu merenggangnya hubungan dirinya dan Dadang. Ia mengakui bahwa tindakannya belum mencerminkan pejabat yang dewasa.

"Saya awalnya berpikir dan menganalogikan kepala perangkat daerah sebagai manajer di sebuah perusahaan, yang mengatur suatu bidang. Tapi ternyata setelah saya mendalami, ternyata lebih dari itu. Itulah seni manajemen pemerintahan, seni koordinasi, seni pengawasan," ucapnya.

"Apa yang telah saya lewati beberapa saat ke belakang, juga merupakan bagian dari seni. Untuk itu dalam kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf, dan saya menganggap ini adalah bagian dari proses pendewasaan saya dalam dunia pemerintahan," tutur Sahrul.

(mud/mud)