Makan Lebih dari 20 Menit, Sejumlah Warga Bandung Kena Tegur Satpol PP

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:38 WIB
Kepala Satpol PP Bandung Rasdian
Foto: Kepala Satpol PP Bandung Rasdian (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Sejumlah warga kena tegur petugas Satpol PP gegara makan di tempat PKL yang ada di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung lebih dari 20 menit. Pasalnya, secara aturan batas maksimal makan di tempat hanya 20 menit.

"Setelah diberlakukan Perwal No 78 Tahun 2021, di situ ada relaksasi PKL yang diperbolehkan melaksanakan dine in selama 20 menit, ada pelanggaran di seputar Dipatiukur, tapi kita secara humanis, profesional, manusiawi," kata Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian di Balai Kota Bandung, Jumat (30/7/2021).

"Kita sampaikan, aturannya gini, kita sanksi teguran lisan dan tertulis, ada lebih dari tiga orang," ucapnya.

Petugas di lapangan, menurut Rasdian memberikan kelayakan dan kepatutan sanksi kepada warga. "Silahkan bapak makan di situ habiskan, kalau sudah selesai baru kita sesuaikan dengan aturan yang ada," ujarnya.

Rasdian mengungkapkan untuk sanksi sendiri memiliki beberapa tingkatan dari mulai ringan, sedang hingga berat.

"Mereka sudah kita ingatkan, dia menyadari bahwa itu salah, berarti kita berikan teguran lisan dan tertulis. Tapi mana kala pada saat itu sudah dikasih tahu dan tahu salah malah ngeyel, kita minta kepada petugas di lapangan untuk berikan sanksi berikutnya, apa sanksi sedang pengambilan kartu identitas atau pengambilan bisa saja ditindak," ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung jenis pelanggaran lainnya, apakah ada warga Bandung yang menggelar resepsi pernikahan, Rasdian sebut tidak ada.

"Kewilayahan dari tingkat kecamatan memiliki wewenang (penindakan), dari laporan yang ada belum yang saya tahu," ucapnya.

"Minggu kemarin ada, ada kegiatan apa, rupanya akad nikah tapi itu hanya ada 10 orang saja itu di sekitar GBA," tambahnya.

Rasdian menyebut, selama Juli pihaknya sudah menindak seribu lebih pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat. Dari mulai perorangan hingga pelaku usaha.

"Selama Bulan Juli dari Tanggal 1 sampai 20, perorangan ada 1.381 pelanggaran. Kemudian pelaku usaha kurang lebih 401 dibagi sesuai sanksi misalkan teguran lisan 199 tertulis kurang lebih 180 sekian, kemudian masuk denda administrasi 40, tipiring ada 40 dan disegel 20, kurang lebih ada 400 an. Rata-rata pelanggaran batas operasional, kapasitas, tingkat kerumunan, itu paling banyak," pungkasnya.

(wip/mso)