BP2MI Bandung Telusuri Sponsor yang Berangkatkan TKW Cianjur ke Arab Saudi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:01 WIB
TKW asal Cianjur diduga disiksi majikan di Arab Saudi
Foto: TKW asal Canjur disiksa di Arab Saudi (Ismet Selamet/detikcom).
Bandung -

Badan Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (BP2MI) Bandung akan menelusuri sponsor yang memberangkatkan TKW asal Cianjur ke Arab Saudi. Belakangan TKW bernama Ai Atikah itu diduga disiksa majikan.

"Ya, saya sudah perintahkan koordinator yang di Sukabumi karena Cianjur masuknya Sukabumi untuk menelusuri asl usul dari korban ini. Keluarga termasuk kronologi berangkat," ujar Kepala BP2MI Bandung Erwin Rachmat saat dikonfirmasi, Jumat (30/7/2021).

Erwin mengatakan pihaknya menelusuri kronologi keberangkatan Ai ke Arab Saudi. Seperti diketahui, Ai disebut pergi secara ilegal menggunakan visa ziarah.

"Itu nanti dia lewat siapa, lewat calo atau ada sponsor itu akan kita dalami lagi," tuturnya.

Menurut Erwin hal tersebut bisa diangkat ke ranah hukum apabila terbukti. Sponsor akan dikenai sanksi lantaran memberangkatkan secara ilegal.

"Kalau terbukti ilegal, bisa kita angkat ke ranah hukum si sponsornya ini karena ilegal, ini akan ditelusuri oleh koordinator yang ada di Sukabumi," kata dia.

Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Cianjur mengalami luka parah di bagian tangan diduga disiksa majikannya. Bahkan TKW yang bekerja di Arab Saudi itu juga diduga diperjualbelikan ke beberapa majikan.

Foto kondisi TKW yang diketahui bernama Ai Atikah binti Adma, warga Kampung Pasir Randu Desa Cisarandi Kecamatan Warungkondang itu tersebar di grup TKI Saudi Arabia di media sosial Facebook.

Dalam grup tersebut akun Oktivia Sami mengonfirmasikan jika ada TKW yang mengalami tindak kekerasan.

"Yg dari cianjur ada yg knal ngga dengan mbak ini. kasihan dia visa jiahara di jual sana Sini ...smpe tnganya rusak dia kerja di algasim, ga boleh pegang," tulis akun Oktivia dalam postingannya.

Pepen Supendi, suami TKW Ai Atikah, mengaku sejak dua bulan lalu mendapatkan keluhan dari yang istri jika dirinya sudah lelah bekerja di Arab Saudi dan kerap mendapatkan tindakan kekerasan.

Menurutnya istrinya bekerja di lebih dari dua tempat. Jika kerjanya tidak bagus, Ai disiksa dan dipukul di bagian tangan.

"Sempat istri ngeluh, katanya cape. Dia dipekerjakan di dua sampai tiga rumah. Sering disiksa juga kalau kerjanya kurang bagus. Padahal kan istri tidak maksimal juga karena kelelahan," ujar dia, Selasa (27/7/2021).

(dir/mso)